Presiden Israel Undang Pemimpin De Facto UEA ke Yerusalem
Selasa, 18 Agustus 2020 - 07:30 WIB
Bendera UEA dan Israel berkibar di Netanya, Israel, 17 Agustus 2020. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Presiden Israel Reuven Rivlin mengundang pemimpin de facto Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan untuk datang ke Yerusalem.
Rivlin memuji peran Mohammed dalam mencapai kesepakatan “mulia dan berani” untuk normalisasi hubungan antara Israel dan UEA. Kedua negara mengumumkan akan membentuk hubungan resmi sesuai kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan UEA dan Israel itu dapat mengubah politik Timur Tengah mulai dari isu Palestina hingga cara menghadapi Iran, musuh bersama Israel dan negara-negara Teluk Arab.
Kesepakatan itu memicu kemarahan di sebagian besar dunia Arab dan Iran tapi disambut diam di Teluk.
Rivlin memuji peran Mohammed dalam mencapai kesepakatan “mulia dan berani” untuk normalisasi hubungan antara Israel dan UEA. Kedua negara mengumumkan akan membentuk hubungan resmi sesuai kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan UEA dan Israel itu dapat mengubah politik Timur Tengah mulai dari isu Palestina hingga cara menghadapi Iran, musuh bersama Israel dan negara-negara Teluk Arab.
Kesepakatan itu memicu kemarahan di sebagian besar dunia Arab dan Iran tapi disambut diam di Teluk.
Lihat Juga :