Bukan Hanya AS, Ternyata Iran Sudah Ingatkan Rusia tentang Ancaman Teror, tapi Kremlin Mengabaikannya

Senin, 01 April 2024 - 20:35 WIB
Sebuah sumber yang mengetahui intelijen AS mengenai serangan yang akan terjadi di Rusia mengatakan bahwa serangan tersebut didasarkan pada intersepsi “obrolan” di antara gerilyawan ISIS-K. Menantang pernyataan AS, Rusia mengatakan mereka yakin Ukraina terkait dengan serangan itu, tanpa memberikan bukti. Kyiv membantah keras pernyataan tersebut.

Sementara itu, serangan di Kerman dan dekat Moskow melibatkan warga negara Tajikistan. ISIS-K secara agresif merekrut orang-orang dari Tajikistan, bekas republik Soviet yang miskin, kata para pakar keamanan.

Sumber mengatakan Iran telah membahas masalah keamanannya dengan Tajikistan. Sebuah sumber diplomatik di Tajikistan membenarkan bahwa Teheran baru-baru ini berdiskusi dengan Dushanbe mengenai peningkatan keterlibatan etnis Tajik dalam kegiatan militan.

ISIS menyimpan kebencian yang besar terhadap kelompok Syiah -- sekte dominan di Iran dan juga menjadi sasaran serangan afiliasinya di Afghanistan. Sebagai kelompok Muslim Sunni garis keras, ISIS memandang Syiah sebagai murtad.

Pada tahun 2022, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di kuil Syiah di Iran yang menewaskan 13 orang. Teheran mengidentifikasi penyerangnya sebagai warga negara Tajikistan.

Serangan sebelumnya yang diklaim oleh ISIS termasuk pemboman kembar pada tahun 2017 yang menargetkan parlemen Iran dan makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!