Mengapa Masa Muda yang Suram Memicu Penurunan Tingkat Kebahagiaan di AS dan Eropa?
Rabu, 20 Maret 2024 - 18:40 WIB
Meskipun peringkat global mengenai kebahagiaan mereka yang berusia 60 tahun ke atas akan menempatkan Amerika Serikat pada peringkat ke-10, evaluasi kehidupan di bawah 30-an saja menempatkan Amerika Serikat pada peringkat ke-62.
Baca Juga: Padukan Budaya Indonesia China, Desainer Eni Joe Sulap Tenun Endek Jadi Gaun Cheongsam Mewah
Foto/Reuters
Temuan ini bertentangan dengan banyak penelitian sebelumnya mengenai kesejahteraan, yang menemukan kebahagiaan tertinggi terjadi pada masa kanak-kanak dan awal remaja, sebelum jatuh ke titik terendah pada usia paruh baya, dan kemudian meningkat menjelang masa pensiun.
“Kaum muda, khususnya di Amerika Utara, sedang mengalami krisis paruh baya saat ini,” kata Jan-Emmanuel De Neve, profesor ekonomi Universitas Oxford dan salah satu editor laporan tersebut, dilansir Reuters.
Foto/Reuters
Generasi milenial dan kelompok usia yang lebih muda di Amerika Utara secara signifikan lebih mungkin melaporkan kesepian dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.
Baca Juga: Padukan Budaya Indonesia China, Desainer Eni Joe Sulap Tenun Endek Jadi Gaun Cheongsam Mewah
2. Anak Muda Mengalami Krisis Paruh Baya
Foto/Reuters
Temuan ini bertentangan dengan banyak penelitian sebelumnya mengenai kesejahteraan, yang menemukan kebahagiaan tertinggi terjadi pada masa kanak-kanak dan awal remaja, sebelum jatuh ke titik terendah pada usia paruh baya, dan kemudian meningkat menjelang masa pensiun.
“Kaum muda, khususnya di Amerika Utara, sedang mengalami krisis paruh baya saat ini,” kata Jan-Emmanuel De Neve, profesor ekonomi Universitas Oxford dan salah satu editor laporan tersebut, dilansir Reuters.
3. Generasi Muda Mengalami Kesepian
Foto/Reuters
Generasi milenial dan kelompok usia yang lebih muda di Amerika Utara secara signifikan lebih mungkin melaporkan kesepian dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.
Lihat Juga :