Bagaimana Risiko Perang Nuklir Rusia Melawan NATO?

Sabtu, 02 Maret 2024 - 20:20 WIB
“Kekuatan [kedua] pihak terlalu tidak setara,” kata Ilkhamov. “Putin tidak punya sandaran apa pun dalam konfrontasinya dengan Barat. Dia memahaminya dengan sangat baik dan tidak akan melampaui ketakutannya.”

Janda pemimpin oposisi Rusia yang paling vokal ini memberikan wawasan berguna tentang bagaimana Putin menyampaikan ancamannya dan mengambil tindakan terhadap ancaman tersebut.

“Anda tidak berurusan dengan politisi tetapi dengan monster berdarah. Putin adalah ketua kelompok kriminal terorganisir,” ujar Yulia Navalnaya, yang suaminya Alexei Navalny meninggal pada 16 Februari di penjara Arktik, mengatakan dalam sebuah video pada hari Rabu.

“Tidak mungkin merugikan Putin dengan resolusi lain atau sanksi lain yang tidak berbeda dengan resolusi sebelumnya. Anda tidak bisa memenangkan hati dia dengan berpikir bahwa dia adalah pria yang memiliki prinsip, moral, dan aturan,” katanya.

3. Memicu Korban Tak Bersalah



Foto/Reuters

Dalam pidatonya, Putin tampak menyangkal perannya dalam perang yang memasuki tahun ketiga.

“Saya perhatikan selama pidato Putin bahwa dia mengatakan Rusia tidak memulai perang,” Ivar Dale, penasihat kebijakan senior di Komite Helsinki Norwegia, sebuah kelompok hak asasi manusia, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Dia memikirkan risikonya, dia memutuskan untuk melakukannya, dan dia gagal. Hal yang benar untuk dilakukan sekarang adalah menarik semua pasukan dari Ukraina, dan tidak terus mengancam orang-orang yang tidak bersalah dengan bencana nuklir,” kata Dale.

4. Ukraina Akan Kalah jika Tidak Dibantu Pasukan NATO



Foto/Reuters

Ancaman Putin bukanlah yang pertama dan mungkin bukan yang terakhir, dan Barat memang harus mengerahkan pasukan NATO untuk membantu Ukraina, kata seorang pakar Eropa Timur.

“Munculnya tentara Barat di Ukraina, tentu saja, akan melewati ‘garis merah’ lainnya,” kata Nikolay Mitrokhin dari Universitas Bremen Jerman kepada Al Jazeera.

“Meskipun hal itu akan sangat membantu Ukraina dan memberinya kesempatan untuk membebaskan beberapa brigade yang saat ini menjaga bagian belakang dan perbatasan dengan Transnistria (wilayah Moldova yang memisahkan diri dan pro-Rusia).”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!