Hanya Mempertaruhkan Nyawa dan Habiskan Anggaran, Capres AS Ini Serukan Penarikan Pasukan dari Timur Tengah

Sabtu, 03 Februari 2024 - 14:25 WIB
“Pos-pos kecil ini tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan Iran menyerang sekutu kami atau melakukan serangan bom,” kata Kennedy Jr. “Yang mereka lakukan hanyalah membuka pintu bagi AS untuk melakukan eskalasi wajib setiap kali seorang pahlawan Amerika terbunuh. Tapi mungkin itulah intinya.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Presiden Biden telah memerintahkan tindakan tambahan terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan kelompok bersenjata yang terkait dengannya.

“Ini adalah awal dari tanggapan kami,” kata Austin.

Serangan tersebut menargetkan Pasukan Quds – spionase asing dan cabang paramiliter IRGC yang sangat mempengaruhi milisi sekutu di Timur Tengah, dari Lebanon hingga Irak dan Yaman hingga Suriah.

Namun Pentagon mengatakan mereka tidak menginginkan perang dengan Iran dan tidak yakin Teheran juga menginginkan perang. “Kami tidak mencari konflik di Timur Tengah atau di mana pun. Tapi presiden dan saya tidak akan mentolerir serangan terhadap pasukan Amerika,” kata Austin.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!