Kisah Pangeran Arab Saudi Tembak Mati Diplomat Inggris, Picu Raja Abdulaziz Melarang Alkohol

Kamis, 25 Januari 2024 - 08:54 WIB
Menyusul pembunuhan tersebut—yang membuat Pangeran Mishari dijatuhi hukuman penjara seumur hidup—Raja Abdulaziz Ibn Saud, pendiri negara Saudi modern, melarang semua minuman beralkohol di negara tersebut.

Sekarang Alkohol Dibolehkan untuk Diplomat Non-Muslim

Sumber kerajaan memberitahu Reuters bahwa toko minuman alkohol pertama akan dibuka di kawasan diplomatik ibu kota Riyadh, dan akan dibatasi secara ketat untuk non-Muslim.

Toko tersebut diperkirakan akan dibuka dalam beberapa minggu mendatang.

Meskipun konsumsi alkohol secara diam-diam selalu ada di negara ini, di mana pejabat asing sering memperolehnya melalui kantong diplomatik, toko yang siap dibuka ini akan menandai penjualan legal pertama minuman beralkohol—sebuah langkah yang mungkin akan membuat marah banyak Muslim konservatif yang memandang konsumsi alkohol dilarang oleh ajaran Islam.

Langkah ini dilakukan setelah peraturan yang diumumkan pada akhir pekan oleh media lokal bertujuan untuk membatasi “pertukaran alkohol yang tidak pantas” antar-kediaman diplomatik.

Sebuah pernyataan pemerintah Arab Saudi pada hari Rabu mengatakan: "Pihak berwenang memperkenalkan kerangka peraturan baru untuk melawan perdagangan gelap barang dan produk beralkohol yang diterima oleh misi diplomatik."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!