Amerika Kecolongan, Miliarder Partai Komunis China Diam-diam Beli 200.000 Hektare Tanah di AS
Minggu, 14 Januari 2024 - 11:48 WIB
Anggota Kongres dari Partai Republik di New York, Elise Stefanik, mengatakan kepada New York Post bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah “menghilangkan tanggung jawab” dalam melindungi lahan pertanian AS agar tidak diambil alih oleh “musuh asing".
“Komunis China membeli lahan pertanian AS untuk menumbangkan kedaulatan kami, melemahkan industri pertanian kami, melanggar batas instalasi militer kami, dan menjelek-jelekkan komunitas pedesaan Amerika,” kata Stefanik, yang dilansir Minggu (14/1/2024).
Kepemilikan tanah Chen baru terungkap baru-baru ini setelah negara secara terbuka menyebutkan salah satu perusahaan Chen sebagai pemilik manfaat dari properti tersebut.
Chen (50) juga memiliki townhouse Manhattan senilai USD39 juta dan properti senilai USD26 juta di Los Angeles, tempat dia tinggal.
Dia bergabung dengan Partai Komunis China ketika berusia 18 tahun, dan telah menduduki jabatan eksekutif di partai tersebut.
Tahun lalu, Stefanik dan anggota Kongres lainnya mengirimkan surat kepada Departemen Pertanian AS, mendesak badan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kepemilikan asing atas lahan pertanian.
“Ketahanan pangan adalah keamanan nasional,” tulisnya.
“Komunis China membeli lahan pertanian AS untuk menumbangkan kedaulatan kami, melemahkan industri pertanian kami, melanggar batas instalasi militer kami, dan menjelek-jelekkan komunitas pedesaan Amerika,” kata Stefanik, yang dilansir Minggu (14/1/2024).
Kepemilikan tanah Chen baru terungkap baru-baru ini setelah negara secara terbuka menyebutkan salah satu perusahaan Chen sebagai pemilik manfaat dari properti tersebut.
Chen (50) juga memiliki townhouse Manhattan senilai USD39 juta dan properti senilai USD26 juta di Los Angeles, tempat dia tinggal.
Dia bergabung dengan Partai Komunis China ketika berusia 18 tahun, dan telah menduduki jabatan eksekutif di partai tersebut.
Tahun lalu, Stefanik dan anggota Kongres lainnya mengirimkan surat kepada Departemen Pertanian AS, mendesak badan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kepemilikan asing atas lahan pertanian.
“Ketahanan pangan adalah keamanan nasional,” tulisnya.
Lihat Juga :