Fokus Serang Pangkalan Militer Israel, Hizbullah Tak Ingin Perang yang Lebih Luas

Rabu, 10 Januari 2024 - 07:24 WIB
Hizbullah mengatakan pesawat tak berawaknya telah menghantam markas besar tentara Israel di Safed, Israel utara, sebagai bagian dari pembalasan atas pembunuhan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut minggu lalu, dan sebagai tanggapan atas pembunuhan komandan Hizbullah Wissam Tawil, komandan paling senior, pada hari Senin. Perwira Hizbullah tewas dalam pertempuran itu.

Ribuan pelayat menghadiri pemakamannya di Lebanon selatan, peti matinya dibungkus dengan bendera kuning Hizbullah saat dibawa melalui jalan-jalan desanya.

Sebagai seorang perwira di pasukan elit kelompok Radwan, Tawil telah memainkan peran utama dalam mengarahkan operasi Hizbullah di Lebanon selatan dan sebelumnya telah dikerahkan ke Suriah, tempat kelompok tersebut mendukung Damaskus dalam perang saudara.

Hizbullah mengatakan Tawil juga mengambil bagian dalam serangan lintas batas ke Israel pada tahun 2006 di mana kelompok tersebut menangkap dua tentara Israel, sehingga memicu perang besar terakhir.

Sebuah sumber yang mengetahui operasi Hizbullah mengatakan ini adalah pertama kalinya kelompok itu menyerang Safed, sekitar 14 km (8 mil) dari perbatasan, selama permusuhan.

Baca Juga: 8 Fakta Gaza Sudah Jadi Pemakaman Terbuka yang Sangat Luas

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan sebuah pangkalan di utara terkena serangan udara, tanpa memberikan lokasi pastinya. Tidak ada kerusakan atau korban jiwa, kata juru bicara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!