Seorang Pria Menyamar Jadi Tentara Israel, Mencuri Senjata dan Selfie dengan PM Netanyahu

Senin, 01 Januari 2024 - 19:38 WIB
Tentara Israel kecolongan karena ada tentara gadungan. Foto/Reuters
GAZA - Seorang warga Tel Aviv, Israel , didakwa mencuri senjata militer dan polisi, tampaknya mengambil keuntungan dari kekacauan setelah serangan mematikan Hamas pada tanggal 7 Oktober terhadap komunitas Israel di sepanjang perbatasan Gaza, dengan tujuan untuk menjualnya di pasar gelap.

Media Ibrani melaporkan bahwa tersangka, Roi Yifrach, bahkan difoto bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant di area pertemuan di selatan antara tanggal 7 Oktober dan penangkapannya pada tanggal 17 Desember, sambil menggunakan identitas palsu untuk menyamar sebagai prajurit Israel.



Menurut dakwaan yang diajukan, Pengadilan Distrik Tel Aviv, Yifrach, 35, tidak pernah bertugas di militer Israel namun berhasil masuk ke zona perang. Dia dituduh mencuri senjata dan peralatan sambil menyamar sebagai polisi, petugas di unit elit kontraterorisme Yamam, dan agen Shin Bet, beberapa minggu setelah 7 Oktober.

Dia didakwa dengan berbagai pelanggaran senjata, serta pencurian dalam keadaan yang buruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!