Korut Pindahkan Senjata Berat ke Perbatasan dengan Korsel
Selasa, 28 November 2023 - 01:18 WIB
Kedua negara bertetangga tersebut telah membongkar atau melucuti 11 pos penjagaan sebagai bagian dari perjanjian tahun 2018, namun kedua belah pihak tampaknya siap untuk membatalkan perjanjian tersebut setelah meningkatnya ketegangan baru-baru ini yang dipicu oleh peluncuran satelit mata-mata Korut pada Selasa lalu yang bertentangan dengan sanksi PBB.
Setelah peluncuran tersebut, Seoul mengatakan akan menangguhkan sebagian dari perjanjian tersebut dan melanjutkan pengawasan udara di dekat perbatasan. Sebagai tanggapan, Pyongyang mengatakan akan mengerahkan senjata ampuh di dekat perbatasan dan meninggalkan perjanjian tersebut.
Kesepakatan tersebut, yang dicapai pada masa pemulihan hubungan antara presiden Korsel saat itu, Moon Jae-in, dan pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengharuskan kedua belah pihak untuk menghancurkan pos-pos penjagaan dalam jarak 1 km dari perbatasan, melarang latihan militer dan manuver di dekat perbatasan darat dan laut, serta penetapan zona larangan terbang.
Kementerian Pertahanan Korsel pada hari Senin membagikan kepada para jurnalis foto-foto yang dikatakan menunjukkan tentara Korut membangun pos penjagaan sementara dan memindahkan apa yang tampak seperti senapan recoilless – senjata anti-kendaraan portabel atau artileri ringan – ke parit yang baru dibangun.
“Militer kami akan memantau dengan cermat tindakan provokatif Korea Utara sambil mempertahankan kesiapan penuh untuk dapat segera membalas provokasi Korea Utara… berdasarkan penguatan postur gabungan kami dengan AS,” kata kementerian tersebut, menurut kantor berita Yonhap, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (27/11/2023).
Baca Juga: Korea Utara Sesumbar Peluncuran Satelit Tandai Era Baru Kekuatan Luar Angkasa
Setelah peluncuran tersebut, Seoul mengatakan akan menangguhkan sebagian dari perjanjian tersebut dan melanjutkan pengawasan udara di dekat perbatasan. Sebagai tanggapan, Pyongyang mengatakan akan mengerahkan senjata ampuh di dekat perbatasan dan meninggalkan perjanjian tersebut.
Kesepakatan tersebut, yang dicapai pada masa pemulihan hubungan antara presiden Korsel saat itu, Moon Jae-in, dan pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengharuskan kedua belah pihak untuk menghancurkan pos-pos penjagaan dalam jarak 1 km dari perbatasan, melarang latihan militer dan manuver di dekat perbatasan darat dan laut, serta penetapan zona larangan terbang.
Kementerian Pertahanan Korsel pada hari Senin membagikan kepada para jurnalis foto-foto yang dikatakan menunjukkan tentara Korut membangun pos penjagaan sementara dan memindahkan apa yang tampak seperti senapan recoilless – senjata anti-kendaraan portabel atau artileri ringan – ke parit yang baru dibangun.
“Militer kami akan memantau dengan cermat tindakan provokatif Korea Utara sambil mempertahankan kesiapan penuh untuk dapat segera membalas provokasi Korea Utara… berdasarkan penguatan postur gabungan kami dengan AS,” kata kementerian tersebut, menurut kantor berita Yonhap, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (27/11/2023).
Baca Juga: Korea Utara Sesumbar Peluncuran Satelit Tandai Era Baru Kekuatan Luar Angkasa
Lihat Juga :