Israel Lanjutkan Invasi Darat ke Gaza Utara
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 15:49 WIB
Hagari mengatakan pasukan infanteri, lapis baja, teknik dan artileri berpartisipasi dalam operasi tersebut, “disertai dengan tembakan [udara] yang besar”. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa negaranya akan mengirim truk bantuan berisi makanan, air dan obat-obatan ke Jalur Gaza pada siang hari.
Sementara itu, Hamas berjanji untuk menghadapi serangan Israel dengan "kekuatan penuh" setelah militer Israel memperluas serangan udara dan daratnya di daerah kantong Palestina, yang pada hari Sabtu menunjukkan bahwa serangan darat yang telah lama dijanjikan telah dimulai.
Gaza hampir mengalami pemadaman total, dengan layanan internet dan telepon terputus selama lebih dari 12 jam pada Sabtu pagi. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan hal ini disebabkan oleh pemboman Israel.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pemadaman listrik "membuat ambulans tidak mungkin menjangkau korban luka di Gaza.
“Evakuasi pasien tidak mungkin dilakukan dalam keadaan seperti itu, atau untuk menemukan tempat berlindung yang aman,” katanya dalam postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Ia juga mengatakan WHO tidak dapat menghubungi staf dan fasilitas kesehatannya.
Sementara itu, Hamas berjanji untuk menghadapi serangan Israel dengan "kekuatan penuh" setelah militer Israel memperluas serangan udara dan daratnya di daerah kantong Palestina, yang pada hari Sabtu menunjukkan bahwa serangan darat yang telah lama dijanjikan telah dimulai.
Gaza hampir mengalami pemadaman total, dengan layanan internet dan telepon terputus selama lebih dari 12 jam pada Sabtu pagi. Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan hal ini disebabkan oleh pemboman Israel.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pemadaman listrik "membuat ambulans tidak mungkin menjangkau korban luka di Gaza.
“Evakuasi pasien tidak mungkin dilakukan dalam keadaan seperti itu, atau untuk menemukan tempat berlindung yang aman,” katanya dalam postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Ia juga mengatakan WHO tidak dapat menghubungi staf dan fasilitas kesehatannya.
Lihat Juga :