Profil Kepala Negara 6 Anggota Baru BRICS, Siapa Saja?

Selasa, 29 Agustus 2023 - 07:44 WIB
Mohamed bin Zayed Al Nahyanjuga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata UEA dari tahun 1993 hingga 2005, sebelum menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.

Bekerja bersama mendiang Syeikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan para penguasa emirat lainnya, Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mendedikasikan hidupnya untuk memajukan pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya UEA dengan tujuan mewujudkan masa depan yang lebih aman, berkembang, dan berkelanjutan. untuk negara dan rakyatnya.

Muhammad bin Zayed Al Nahyan adalah seorang pemimpin di antara umatnya, yang memegang teguh keyakinan bahwa kepemimpinan sejati terletak pada pemberdayaan laki-laki dan perempuan untuk menempa jalan mereka sendiri dan membentuk masa depan bangsa. Kepemimpinan yang melayani adalah salah satu kualitasnya yang abadi.

3. Ebrahim Raisi, Iran



Foto/Reuters

Ebrahim Raisi merupakan Presiden Iran sekaligus Ketua Lembaga Kehakiman di negaranya.Dia terpilih sebagai presiden pada Juni 2023 setelah mengalahkan rival-rivalnya dalam pemilihan umum yang kontroversial.

Ebrahim Raisi sendiri dikenal sebagai konservatif garis keras yang loyal kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dia juga menghadapi sanksi dari Amerika Serikat karena dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Oleh karenanya ia pernah berjanji untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan-kekuatan dunia yang terancam batal oleh kebijakan mantan Presiden AS Donald Trump.

4. Sahle-work Zewde, Ethiopia

Selanjutnya ada Sahle-work Zewde yang merupakan Presiden Ethiopia. Dia terpilih sebagai presiden oleh parlemen pada Oktober 2018 setelah pengunduran diri pendahulunya, Mulatu Teshome.

Dalam riwayatnya, Sahle-work Zewde menjadi presiden wanita pertama dalam sejarah Ethiopia dan satu-satunya kepala negara wanita saat ini di Afrika. Dia dikenal sebagai diplomat berpengalaman yang pernah bekerja di berbagai organisasi internasional seperti PBB dan Uni Afrika.

Sejak menjadi orang nomor satu di Ethiopia, dia berkomitmen untuk mendorong kesetaraan gender, perdamaian, dan pembangunan di negaranya. Bahkan, ia juga akan menyebarkan misinya tersebut agar bisa diterapkan di benua Afrika .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!