Sebut Dirinya Zionis Muslim, Eks Miss Irak Maju Jadi Calon Anggota Kongres AS
Sabtu, 10 Juni 2023 - 00:48 WIB
Pada tahun 2020, dia menimbulkan kontroversi secara online setelah mem-posting foto dengan kepala Mossad Israel di Gedung Putih selama upacara normalisasi yang ditengahi AS antara Israel, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain.
Dia mengatakan kepada bahwa salah satu alasan mengapa dia mencalonkan diri untuk kursi Kongres adalah karena Partai Demokrat telah "dibajak" oleh anggota "The Squad", termasuk anggota Kongres wanita Muslim Rashida Tlaib dan Ilhan Omar.
Kesetaraan gender, hak pengungsi, toleransi beragama, dan penderitaan minoritas yang teraniaya di Timur Tengah adalah beberapa isu yang penting bagi Idan. Dia mengatakan dia ingin membawa perhatian dan sumber daya untuk masalah tersebut, baik di dalam maupun luar negeri.
“Sebagai seorang aktivis yang terlibat dan berasal dari Timur Tengah, saya akan mewakili gambaran yang lebih realistis tentang apa yang terjadi daripada orang-orang yang datang ke sini ketika mereka menjadi pengungsi di usia yang sangat muda dan tidak pernah berurusan dengan apa yang saya alami masih berlangsung hingga hari ini, saya dan keluarga saya,” katanya kepada The Algemeiner.
“Kami membutuhkan Muslim sekuler [di Kongres] dan Muslim yang percaya pada kebebasan dan ingin menjadi suara non-radikal," paparnya.
Dia mengatakan kepada bahwa salah satu alasan mengapa dia mencalonkan diri untuk kursi Kongres adalah karena Partai Demokrat telah "dibajak" oleh anggota "The Squad", termasuk anggota Kongres wanita Muslim Rashida Tlaib dan Ilhan Omar.
Kesetaraan gender, hak pengungsi, toleransi beragama, dan penderitaan minoritas yang teraniaya di Timur Tengah adalah beberapa isu yang penting bagi Idan. Dia mengatakan dia ingin membawa perhatian dan sumber daya untuk masalah tersebut, baik di dalam maupun luar negeri.
“Sebagai seorang aktivis yang terlibat dan berasal dari Timur Tengah, saya akan mewakili gambaran yang lebih realistis tentang apa yang terjadi daripada orang-orang yang datang ke sini ketika mereka menjadi pengungsi di usia yang sangat muda dan tidak pernah berurusan dengan apa yang saya alami masih berlangsung hingga hari ini, saya dan keluarga saya,” katanya kepada The Algemeiner.
“Kami membutuhkan Muslim sekuler [di Kongres] dan Muslim yang percaya pada kebebasan dan ingin menjadi suara non-radikal," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :