Putin Minta Peringatan V-day Dilakukan Secara Tulus

Minggu, 10 Mei 2015 - 15:16 WIB
Putin Minta Peringatan...
Putin Minta Peringatan V-day Dilakukan Secara Tulus
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku tak mempermasalahkan banyaknya Kepala Negara yang menolak hadir di peringatan 70 tahun kemenangan uni Soviet atas Nazi atau yang dikenal dengan V-day. Dirinya juga tidak mempermasalahkan mengenai adanya acara peringatan V-day tersendiri yang dibuat Eropa dan Barat.

Seperti dilansir Sputnik pada Minggu (10/5/2015), Putin menyatakan tidak penting dimana para Kepala Negara tersebut memperingati V-day. Yang terpenting, menurut Putin, adalah mereka memperingatinya dengan penuh ketulusan.

"Asal kalian tahu, saya senang mendengar dunia merayakan hari kemenangan atas Nazisme. Dan bagi saya, dimanapun mereka memperingatinya, yang penting mereka melakukannya secara tulus, itu adalah hal yang sangat baik," kata Putin.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Perdana Menteri Inggris David Cameron adalah beberapa Kepala Negara menolak undangan Moskow untuk menghadiri parade V-day, dan lebih memilih untuk membuat acara sendiri.

Dalam parade tersebut, berbagai senjata tempur canggih dipamerkan oleh Rusia. Seragam besi misalnya, dikenakan ribuan tentara Rusia yang berbaris di Red Square. Seragam besi ini untuk pertama kalinya ditampilkan.

Kemudian lebih dari 100 pesawat jet tempur disiapkan untuk bermanuver di langit Red Square. Selain itu, Rusia juga memamerkan rudal balistik antar-benua RS-24 Yars. Rudal ini dilengkapi tiga hulu ledak nuklir. Yang terbaru, Rusia memamerkan tank Armata terbaru T-14 yang diklaim Rusia sebagai tank terkuat di dunia untuk saat ini.

Senapan serbu tercanggih AK-74 M yang diproduksi pembuat senjata legendaris Rusia, Kalashnikov, juga ikut meramaikan parade militer yang tercatat sebagai parade militer terbesar yang pernah dipentaskan Rusia.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
2 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
3 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved