Gadis India Diperkosa Ayah, Kakak dan Paman Selama 2 Tahun
Minggu, 12 April 2015 - 10:39 WIB
Gadis India Diperkosa Ayah, Kakak dan Paman Selama 2 Tahun
A
A
A
DHUPGURI - Seorang gadis 16 tahun di Kota Dhupguri, Bengal Barat, India, jadi korban perkosaan berkali-kali selama dua tahun. Ironisnya, pelakunya adalah ayah, paman dan kakak korban.
Ketiga pelaku itu telah ditangkap polisi. Kasus perkosaan itu terungkap setelah korban bercerita kepada seorang guru sekolah di Kota Dhupguri, pada Kamis lalu.
Korban mengaku takut untuk mengungkap apa yang dia alami. Oleh guru itu, korban akhirnya ditemani untuk melapor ke polisi.
”Ayahnya, seorang petani berusia sekitar 50, diduga memperkosa beberapa kali. Dia menuduh bahwa pamannya juga memperkosanya dan akhir-akhir ini kakaknya juga mulai (memperkosanya),” kata seorang juru bicara polisi KL Sherpa di Distrik Jalpaiguri kepada Reuters, yang dilansir semalam (11/4/2015).
Polisi mengatakan, bahwa korban mengaku sudah hamil dua kali. Tapi dipaksa melakukan aborsi. Korban bahkan mencoba bunuh diri sebanyak empat kali. Sedangkan ibunya yang tahu kejadian itu justru diam. Gadis itu kini dalam perlindungan bibinya.
Kasus perkosaan ini semakin memperburuk citra India sejak kasus perkosaan terhadap mahasiswi di Delhi tahun 2012 yang memicu protes massal. Publik India telah mendesak pemerintah untuk memberlakukan hukuman berat bagi pelaku kejahatan gender.
Menurut Biro Rekor Kejahatan Nasional, pada 2013 pemerintah India telah menerima 309.546 laporan kejahatan terhadap perempuan. Angka itu melonjak 26,7 persen dari tahun 2012. Kasus perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan di India marak terjadi di desa-desa dan kota kecil, di mana sebagian besar korban enggan melapor karena malu.
Ketiga pelaku itu telah ditangkap polisi. Kasus perkosaan itu terungkap setelah korban bercerita kepada seorang guru sekolah di Kota Dhupguri, pada Kamis lalu.
Korban mengaku takut untuk mengungkap apa yang dia alami. Oleh guru itu, korban akhirnya ditemani untuk melapor ke polisi.
”Ayahnya, seorang petani berusia sekitar 50, diduga memperkosa beberapa kali. Dia menuduh bahwa pamannya juga memperkosanya dan akhir-akhir ini kakaknya juga mulai (memperkosanya),” kata seorang juru bicara polisi KL Sherpa di Distrik Jalpaiguri kepada Reuters, yang dilansir semalam (11/4/2015).
Polisi mengatakan, bahwa korban mengaku sudah hamil dua kali. Tapi dipaksa melakukan aborsi. Korban bahkan mencoba bunuh diri sebanyak empat kali. Sedangkan ibunya yang tahu kejadian itu justru diam. Gadis itu kini dalam perlindungan bibinya.
Kasus perkosaan ini semakin memperburuk citra India sejak kasus perkosaan terhadap mahasiswi di Delhi tahun 2012 yang memicu protes massal. Publik India telah mendesak pemerintah untuk memberlakukan hukuman berat bagi pelaku kejahatan gender.
Menurut Biro Rekor Kejahatan Nasional, pada 2013 pemerintah India telah menerima 309.546 laporan kejahatan terhadap perempuan. Angka itu melonjak 26,7 persen dari tahun 2012. Kasus perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan di India marak terjadi di desa-desa dan kota kecil, di mana sebagian besar korban enggan melapor karena malu.
(mas)