Tanpa Bantuan Iran, Houthi Yaman Ladeni Agresi 10 Negara Teluk

Kamis, 26 Maret 2015 - 15:14 WIB
Tanpa Bantuan Iran,...
Tanpa Bantuan Iran, Houthi Yaman Ladeni Agresi 10 Negara Teluk
A A A
SANAA - Kelompok Houthi di Yaman mengklaim sanggup meladeni agresi 10 negara Teluk meski tidak dibantu Iran. Sementara itu, media pemerintah Iran menuding Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan untuk negara-negara Teluk yang membombardir kelompok Houthi di Yaman.

Tekad Houthi yang tidak meminta bantuan sekutunya, Iran, itu disampaikan salah satu pemimpin kelompok Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, kepada Reuters, Kamis (26/3/2015). Ketika ditanya, apakah dia telah menghubungi Iran sejak dikeroyok 10 negara Teluk, Bukhaiti, menegaskan tidak menghubungi Teheran.

“Tidak (minta bantuan Iran). Orang-orang Yaman siap untuk menghadapi agresi ini tanpa campur tangan asing,” katanya. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

Kelompok Houthi selama ini ingin merebut kekuasaan dari pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Kelompok ini pekan lalu telah menyerang Istana Presiden Yaman di Sanaa. Sejak itu, Presiden Hadi melarikan diri dan bersembunyi di Aden.

Namun, sejak kemarin, kelompok Houthi dilaporkan juga menyerbu Aden. Tapi sepak terjang kelompok Houthi dicoba dihentikan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Saudi dilaporkan telah mengerahkan 100 pesawat jet tempur dan 150 ribu tentara ke Yaman untuk memerangi Houthi. (Baca juga: Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Iran-Saudi)

Sedangkan media pemerintah Iran menyatakan, agresi Saudi dan negara-negara Teluk ke Yaman memang didukung AS. Iran telah membantah memberikan bantuan dana dan pelatihan kepada milisi Syiah Houthi di Yaman, seperti yang dituduhkan pemerintah Yaman dan negara-negara Barat.

Di sisi lain, agresi 10 negara Teluk di Yaman dilaporkan mulai memakan banyak korban sipil. Media Yaman menyebut ada puluhan orang tewas. Namun, data resmi korban tewas dalam agresi militer ini belum dirilis.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
6 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
9 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
11 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
11 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved