Indonesia Ranking 8 Importir Senjata Terbesar Sejagat

Senin, 09 Maret 2015 - 12:58 WIB
Indonesia Ranking 8...
Indonesia Ranking 8 Importir Senjata Terbesar Sejagat
A A A
JAKARTA - Indonesia masuk urutan ke delapan sebagai negara importir senjata terbesar sejagat pada 2014. Importir terbesar pertama diduduki Arab Saudi.

Data itu dirilis HIS Jane yang berbasis di London, kemarin. Pada 2013, importir senjata terbesar di dunia adalah India. Indonesia pada tahun 2013 masuk urutan ke-6 sebagai importir senjata terbesar di dunia. Penelitian IHS Jane itu dilakukan terhadap 65 negara di dunia.

Data HIS Jane yang dirilis Global Defense Trade Report, menunjukkan bahwa Arab Saudi menghabiskan lebih dari 6,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk belanja senjata pada tahun 2014. India tergeser di urutan kedua dengan biaya belanja senjata sebesar 5,5 miliar dolar AS.

China menjadi pegimpor senjata terbesar ketiga. ”China terus membutuhkan bantuan kedirgantaraan militer dari Rusia dan anggaran pengadaan pertahanan total akan terus meningkat dengan sangat cepat," kata Paul Burton, Direktur Industri Pertahanan dan Anggaran di HIS Jane.

Yang sulit diprediksi, menurut IHS Jane adalah Arab Saudi. Sebab, impor senjata besar-besaran belum pernah dilakukan negara itu. ”Pertumbuhan di Arab Saudi telah dramatis dan, berdasarkan pesanan sebelumnya, angka-angka ini tidak akan melambat,” ujar ahli HIS Jane, Ben Moores.

Masih menurut IHS Jane, ketegangan regional di Timur Tengah dan Asia Pasifik yang memicu lonjakan impor senjata besar-besaran.

Untuk negara pengekspor senjata terbesar sejagat masih ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 23,7 miliar dolar AS dan tercatat nilai ekspor senjata tumbuh 19 persen.

Di urutan kedua negara eksportir senjata ditempati Rusia dengan nilai ekspor 10 miliar dolar AS dan nilai ekspornya tumbuh 9 persen. Namun, Rusia juga sulit diprediksi karena negara itu sedang dihantam sanksi oleh negara-negara Barat.

”Sebuah penurunan ekspor senjata (Rusia) diperkirakan terjadi tahun 2015 ini, karena sebuah tren (kondisi ekonomi) yang bisa dipercepat oleh sanksi," katanya. ”Selain itu, harga minyak yang anjlok ikut mempengaruhi,” lanjut dia seperti dilansir Russia Today.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
45 menit yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
2 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
3 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
3 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved