Akhiri Drama Penyanderaan, 6 Napi Taiwan Bunuh Diri
Kamis, 12 Februari 2015 - 13:58 WIB
Akhiri Drama Penyanderaan, 6 Napi Taiwan Bunuh Diri
A
A
A
KAOHSIUNG - Enam narapidana (Napi) di sebuah penjara di Taiwan selatan bunuh diri pada Kamis (12/2/2015). Aksi tragis itu untuk mengakhiri drama penyanderaan yang mereka lakukan terhadap beberapa sipir penjara.
Penyanderaan itu mereka lakukan untuk menuntut kebebasan mereka dalam menjalani hukuman di penjara. Tapi, enam Napi itu mengalami kebuntuan setelah dikepung para polisi Taiwan.
Enam Napi itu lantas menembak diri sendiri di dalam penjara Kota Kaohsiung, pagi tadi. Beberapa sandera, termasuk kepala sipir terluka.
”Kami mencoba untuk menggunakan segala macam cara untuk membujuk mereka agar melepaskan para sandera sehingga insiden bisa berakhir damai dan untuk mencegah situasi yang tidak menguntungkan. Kami menyesal bahwa enam orang ini merenggut kehidupan mereka,” kata Wu Hsien-chang, Kepala Kementerian Lembaga Pemasyarakatan setempat.
Kementerian itu mengatakan bahwa perundingan dengan enam tahanan sudah berlangsung sepanjang malam. Tapi, belum jelas apa yang mendorong enam Napi itu untuk memilihi mengakhiri hidupnya.
Para tahanan tersebut rata-rata menjalani hukuman yang cukup lama, karena berbagai kasus. Salah satunya, kasus pembunuhan, pencurian hingga penyalahgunaan narkoba. Dalam menyandera para sipir, mereka bepura-pura sakit.
Setelah itu, enam Napi itu memaksa para sandera memberikan akses ke gudang senjata di area penjara. Mereka lantas mengambil senapan, pistol dan 200 amunisi. Menurut BBC, para Napi yang menyandera sipir itu merupakan anggota geng Triad, yang dipimpin Cheng Li-te.
Penyanderaan itu mereka lakukan untuk menuntut kebebasan mereka dalam menjalani hukuman di penjara. Tapi, enam Napi itu mengalami kebuntuan setelah dikepung para polisi Taiwan.
Enam Napi itu lantas menembak diri sendiri di dalam penjara Kota Kaohsiung, pagi tadi. Beberapa sandera, termasuk kepala sipir terluka.
”Kami mencoba untuk menggunakan segala macam cara untuk membujuk mereka agar melepaskan para sandera sehingga insiden bisa berakhir damai dan untuk mencegah situasi yang tidak menguntungkan. Kami menyesal bahwa enam orang ini merenggut kehidupan mereka,” kata Wu Hsien-chang, Kepala Kementerian Lembaga Pemasyarakatan setempat.
Kementerian itu mengatakan bahwa perundingan dengan enam tahanan sudah berlangsung sepanjang malam. Tapi, belum jelas apa yang mendorong enam Napi itu untuk memilihi mengakhiri hidupnya.
Para tahanan tersebut rata-rata menjalani hukuman yang cukup lama, karena berbagai kasus. Salah satunya, kasus pembunuhan, pencurian hingga penyalahgunaan narkoba. Dalam menyandera para sipir, mereka bepura-pura sakit.
Setelah itu, enam Napi itu memaksa para sandera memberikan akses ke gudang senjata di area penjara. Mereka lantas mengambil senapan, pistol dan 200 amunisi. Menurut BBC, para Napi yang menyandera sipir itu merupakan anggota geng Triad, yang dipimpin Cheng Li-te.
(mas)