Pria Prancis Bakal Dieksekusi di RI, Sang Istri Ketakutan
Kamis, 12 Februari 2015 - 10:10 WIB
Pria Prancis Bakal Dieksekusi di RI, Sang Istri Ketakutan
A
A
A
MONTREUIL - Seorang wanita Prancis ketakutan setelah suaminya yang merupakan gembong narkoba bakal dieksekusi mati di Indonesia. Wanita itu mengaku akan terus berjuang agar suaminya tidak dieksekusi.
“Serge Atlaoui, memiliki pedang yang menggantung di atas kepalanya,” kata Sabine Atlaoui dalam konferensi pers mengacu pada rencana eksekusi mati terhadap suaminya.
Grasi yang diajukan pria Prancis berusia 51 tahun itu telah ditola oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, bulan Januari 2015 lalu.
”Dia takut, bahwa dia tidak akan pernah melihat anak-anaknya lagi,” ujar Sabine yang mengaku masih berharap suaminya bisa diselamatkan, seperti dilansir AFP, Kamis (12/2/2015).
Serge Atlaoui, ayah dari empat, ditangkap di sebuah pabrik yang memproduksi ekstasi di dekat wilayah Jakarta pada tahun 2005. Pria itu kemudian divonis mati pada tahun 2007 atas tuduhan perdagangan narkoba.
Dia sudah dipenjara di Indonesia selama sepuluh tahun. Dia selalu membantah tuduhan, baha mesin yang dia operasikan untuk memproduksi ekstasi.
Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia untuk mencoba melobi pemerintah Indonesia agar warga Prancis itu tidak dieksekusi.
“Serge Atlaoui, memiliki pedang yang menggantung di atas kepalanya,” kata Sabine Atlaoui dalam konferensi pers mengacu pada rencana eksekusi mati terhadap suaminya.
Grasi yang diajukan pria Prancis berusia 51 tahun itu telah ditola oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, bulan Januari 2015 lalu.
”Dia takut, bahwa dia tidak akan pernah melihat anak-anaknya lagi,” ujar Sabine yang mengaku masih berharap suaminya bisa diselamatkan, seperti dilansir AFP, Kamis (12/2/2015).
Serge Atlaoui, ayah dari empat, ditangkap di sebuah pabrik yang memproduksi ekstasi di dekat wilayah Jakarta pada tahun 2005. Pria itu kemudian divonis mati pada tahun 2007 atas tuduhan perdagangan narkoba.
Dia sudah dipenjara di Indonesia selama sepuluh tahun. Dia selalu membantah tuduhan, baha mesin yang dia operasikan untuk memproduksi ekstasi.
Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia untuk mencoba melobi pemerintah Indonesia agar warga Prancis itu tidak dieksekusi.
(mas)