Menlu AS: Tsunami 2004, Bencana Terbesar Dalam 1 Dekade
Rabu, 24 Desember 2014 - 16:54 WIB
Menlu AS: Tsunami 2004, Bencana Terbesar Dalam 1 Dekade
A
A
A
WASHINGTON - Tsunami yang melanda kawasan Samudera Hindia, termasuk di dalamnya Indonesia, pada tahun 2004 lalu, dinilai oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry sebagai salah satu bencana alam terbesar yang pernah yang pernah melanda dunia.
“Tsunami Samudra Hindia 2004 adalah salah satu tsunami terganas yang pernah kita saksikan. Tapi, tsunami itu justru mendorong kita untuk menunjukkan sisi terbaik kita,” ucap Kerry dalam rilis yang diterima Sindonews.com dari Departemen Luar Negeri AS, Rabu (24/12/2014).
Berbicara dalam rangka peringatan 10 tahun bencana tsunami, Kerry mengaku tidak akan pernah bisa melupakan betapa mengerikannya bencana yang telah membunuh jutaan jiwa tersebut.
“Foto dan rekaman video yang saya lihat sangat memilukan: seluruh isi kota, mulai dari kota-kota di Indonesia hingga Somalia, luluh lantak,” ucapnya.
Kerry turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap upaya pemulihan, yang masih berjalan hingga saat ini.
“Hari ini, kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka yang telah pergi selamanya, mulai dari petani dan nelayan, hingga wisatawan dari kampung halaman. Saya paham, bahwa tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kehilangan yang sangat menyakitkan tersebut," ujarnya.
“Pada hari refleksi ini, kita berduka bersama sahabat-sahabat di Asia dan Afrika, yang terkena dampak bencana yang dahsyat ini. Kita berkomitmen untuk terus bekerja membantu kawasan membangun komunitas yang lebih aman dan tangguh,” pungkas Kerry.
“Tsunami Samudra Hindia 2004 adalah salah satu tsunami terganas yang pernah kita saksikan. Tapi, tsunami itu justru mendorong kita untuk menunjukkan sisi terbaik kita,” ucap Kerry dalam rilis yang diterima Sindonews.com dari Departemen Luar Negeri AS, Rabu (24/12/2014).
Berbicara dalam rangka peringatan 10 tahun bencana tsunami, Kerry mengaku tidak akan pernah bisa melupakan betapa mengerikannya bencana yang telah membunuh jutaan jiwa tersebut.
“Foto dan rekaman video yang saya lihat sangat memilukan: seluruh isi kota, mulai dari kota-kota di Indonesia hingga Somalia, luluh lantak,” ucapnya.
Kerry turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap upaya pemulihan, yang masih berjalan hingga saat ini.
“Hari ini, kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka yang telah pergi selamanya, mulai dari petani dan nelayan, hingga wisatawan dari kampung halaman. Saya paham, bahwa tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kehilangan yang sangat menyakitkan tersebut," ujarnya.
“Pada hari refleksi ini, kita berduka bersama sahabat-sahabat di Asia dan Afrika, yang terkena dampak bencana yang dahsyat ini. Kita berkomitmen untuk terus bekerja membantu kawasan membangun komunitas yang lebih aman dan tangguh,” pungkas Kerry.
(esn)