Pengadilan Argentina: Orangutan Sumatra Diakui Layaknya Manusia

Senin, 22 Desember 2014 - 17:32 WIB
Pengadilan Argentina:...
Pengadilan Argentina: Orangutan Sumatra Diakui Layaknya Manusia
A A A
BUENOS AIRES - Sebuah keputusan langka diambil pengadilan di Argentina. Hakim pengadilan memutuskan bahwa orangutan Sumatra bernama “Sandra” harus diakui hak-haknya layaknya manusia.

Sandra telah menghabiskan waktu 20 tahun di kebun binatang Buenos Aries. Pengadilan telah memutuskan, bahwa Sandra harus dijamin hak dan kebebasannya layaknya manusia.

Putusan pengadilan itu ditandatangani oleh para hakim dengan suara bulat. Dengan putusan itu, Sandra akan dibebaskan dari kebun binatang dan dipindahkan ke alam liar di Brazil.

Putusan langka pengadilan itu muncul setelah Asosiasi Pengacara Profesional untuk Hak Satwa (AFADA) menggugat ke pengadilan untuk membebaskan Sandra. ”Sandra seekor hewan dengan kemampuan koginitf menderita kurungan,” bunyi pernyataan AFADA, seperti dikutip Russia Today, Senin (22/12/2014).

Pengacara AFADA berargumen bahwa, seperti halnya manusia, orangutan mampu mempertahankan ikatan emosional dan memiliki kemampuan untuk berpikir. Namun, dengan kuruangan di kebun binatang itu membuat Sandra menjadi frustasi.

Menurut AFADA, "habeas corpus" telah mendukung perlindungan terhadap orangutan. Habeas corpus adalah istilah hukum yang mendasar soal hak asasi manusia yang diperkenalkan awal abad keempat belas pada masa pemerintahan Raja Edward I di Inggris. Saat itu pengadilan membutuhkan keputusan monarki untuk melaporkan alasan di balik kebebasan terbatas subjek atau individu yang dikurung atau ditahan.

“Ini membuka jalan tidak hanya untuk kera besar lainnya, tetapi juga untuk makhluk hidup lain yang diperlakukan tidak adil dan kebebasannya dirampas secara sewenang-wenang di kebun binatang, sirkus, taman air dan laboratorium ilmiah,” tulis kabar La Nacion, mengutip salah satu pengacara AFADA, Paul Buompadre.

Sandra lahir pada tahun 1986 di kebun binatang Jerman Rostock. Orangtuan itu tiba di Buenos Aires pada bulan September 1994, di mana dia menghabiskan 20 tahun di balik kuruangan besi.
(mas)
Berita Terkait
Jelang Indonesia vs...
Jelang Indonesia vs Argentina, Lalu Lintas Sekitar GBK Macet
Wapres Argentina Tampil...
Wapres Argentina Tampil Pertama Kalinya setelah Lolos dari Upaya Pembunuhan
Melihat Suasana Antrean...
Melihat Suasana Antrean Penukaran Tiket Timnas Indonesia Vs Argentina
Alejandro Garnacho Berpeluang...
Alejandro Garnacho Berpeluang Starter di Laga Timnas Indonesia vs Argentina
Timnas Argentina Tiba...
Timnas Argentina Tiba di Bandara Soetta, Tanpa Messi Angel De Maria dan Nicolas Otamendi
Lebih dari 5.000 Personel...
Lebih dari 5.000 Personel Polisi Diterjunkan Amankan Pertandingan Indonesia Vs Argentina
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
41 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved