Lavrov: PBB Harus Selidiki Kejahatan Perang di Ukraina Timur
Senin, 06 Oktober 2014 - 21:25 WIB
Lavrov: PBB Harus Selidiki Kejahatan Perang di Ukraina Timur
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyerukan kepada PBB untuk turut terlibat dalam proses penyelidikan kejahatan perang yang terjadi di wilayah Ukraina timur. Rusia menduga, pasukan Ukraina telah melakukan kejahatan perang selama konflik di Ukraina timur.
Melansir RIANOVOSTI, Senin (6/10/2014), bukan hanya kepada PBB, Lavrov juga menyerukan kepada dunia internasional untuk turut terlibat dalam penyelidikan tersebut. Dirinya menyebut, penyilidikan yang dllakukan oleh Pemerintah Ukraina tidak menghasilkan apapun.
"Dilihat dari fakta bahwa tidak ada kemajuan dalam penyeldikan insiden ini, mungkin sudah waktunya bagi organisasi internasional, seperti Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa (OSCE), Dewan Eropa dan PBB untuk mengambil tanggung jawab penyelidikan,” ungkap Lavrov.
“Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan di koridor yang benar dan berimbang,” tambahnya. Kasus dugaan terjadinya kejahatan perang menguat paska pemerintah Dontesk menemukan sebuah kuburan massal di wilayah yang dikuasai pasukan Ukraina selama konflik.
Dalam kuburan tersebut ditemukan setidaknya 400 mayat pria dan wanita, dengan kondisi tangan terikat. Penemuan itu terjadi tidak lama setelah disepakatinya gencatan senjata antara pemerintah Ukraina dan pihak separatis di Ukraina timur.
Melansir RIANOVOSTI, Senin (6/10/2014), bukan hanya kepada PBB, Lavrov juga menyerukan kepada dunia internasional untuk turut terlibat dalam penyelidikan tersebut. Dirinya menyebut, penyilidikan yang dllakukan oleh Pemerintah Ukraina tidak menghasilkan apapun.
"Dilihat dari fakta bahwa tidak ada kemajuan dalam penyeldikan insiden ini, mungkin sudah waktunya bagi organisasi internasional, seperti Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa (OSCE), Dewan Eropa dan PBB untuk mengambil tanggung jawab penyelidikan,” ungkap Lavrov.
“Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan di koridor yang benar dan berimbang,” tambahnya. Kasus dugaan terjadinya kejahatan perang menguat paska pemerintah Dontesk menemukan sebuah kuburan massal di wilayah yang dikuasai pasukan Ukraina selama konflik.
Dalam kuburan tersebut ditemukan setidaknya 400 mayat pria dan wanita, dengan kondisi tangan terikat. Penemuan itu terjadi tidak lama setelah disepakatinya gencatan senjata antara pemerintah Ukraina dan pihak separatis di Ukraina timur.
(esn)