Pria Brazil Ditodong Pistol dan Dipaksa Pakai Rompi Bom
Selasa, 30 September 2014 - 09:14 WIB
Pria Brazil Ditodong Pistol dan Dipaksa Pakai Rompi Bom
A
A
A
BRASILIA - Seorang pria mendekap seorang karyawan hotel di Brazil yang dijadikan sandera. Pria itu menodongkan pistol memaksa sandera mengenakan rompi bom.
Drama penyanderaan itu berlangsung di lantai 13 Hotel Saint Peter, Brasilia, Brazil, Senin waktu setempat. Namun, beberapa saat kemudian, pria berpistol itu menyerah kepada polisi.
”Dia telah menyerahkan diri,” kata seorang juru bicara polisi, setelah pria itu dibawa ke kantor polisi di Brasilia.
Pejabat polisi setempat, Henrique Almeia, mengaku belum tahu apakah rompi bom itu nyata atau tipuan. Hingga saat ini, rompi yang disebut penyandera berisi bahan peledak sedang diselidiki.
”Kami tidak khawatir, karena pria itu tidak membuat permintaan khusus,” ujar Alemeida,” seperti dikutip Reuters, Selasa (30/9/2014).
Sandera itu tidak lagi mengenakan rompi ketika penyerang menyerahkan diri kepada polisi. Pria itu muncul beberapa kali di balkon hotel, melambaikan pistol dan membawa sandera yang diborgol.
Pembebasan sandera itu melibatkan tiga negosiator, serta tim penjinak bom. Para staf dan karyawan hotel juga sempat dievakuasi selama drama penyanderaan itu berlangsung. Motif penyanderaan itu masih diselidiki.
Drama penyanderaan itu berlangsung di lantai 13 Hotel Saint Peter, Brasilia, Brazil, Senin waktu setempat. Namun, beberapa saat kemudian, pria berpistol itu menyerah kepada polisi.
”Dia telah menyerahkan diri,” kata seorang juru bicara polisi, setelah pria itu dibawa ke kantor polisi di Brasilia.
Pejabat polisi setempat, Henrique Almeia, mengaku belum tahu apakah rompi bom itu nyata atau tipuan. Hingga saat ini, rompi yang disebut penyandera berisi bahan peledak sedang diselidiki.
”Kami tidak khawatir, karena pria itu tidak membuat permintaan khusus,” ujar Alemeida,” seperti dikutip Reuters, Selasa (30/9/2014).
Sandera itu tidak lagi mengenakan rompi ketika penyerang menyerahkan diri kepada polisi. Pria itu muncul beberapa kali di balkon hotel, melambaikan pistol dan membawa sandera yang diborgol.
Pembebasan sandera itu melibatkan tiga negosiator, serta tim penjinak bom. Para staf dan karyawan hotel juga sempat dievakuasi selama drama penyanderaan itu berlangsung. Motif penyanderaan itu masih diselidiki.
(mas)