PM Inggris: Butuh Waktu Lama untuk Lumpuhkan ISIS
Jum'at, 26 September 2014 - 18:46 WIB
PM Inggris: Butuh Waktu Lama untuk Lumpuhkan ISIS
A
A
A
LONDON - Operasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan koalisi internasionalnya dalam melawan ISIS, baik di Suriah ataupun Iran diprediksi tidak akan berakhir dengan segera.
Melansir Channel News Asia, Jumat (26/9/2014), hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron saat berbicara di hadapan Parlemen Inggris.
Dirinya meyakini, perang melawan ISIS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. “Ini akan menjadi misi yang panjang, yang akan membawa kita dalam pertempuran, yang bukan hanya akan terjadi dalam hitungan bulan. Tapi, saya yakin akan membawa kita berada dalam pertempuran selama bertahun-tahun,” ucap Cameron.
Pernyataan Cameron ini membawa perdebatan cukup keras diantara anggota Parlemen Inggris. Negeri Ratu Elizabeth itu sedang mempertimbangkan untuk turut mengirimkan jet-jet tempur mereka untuk membantu AS, Prancis dan beberapa negara Timur Tengah dalam membombardir ISIS.
Sebelumnya, AS dan beberapa sekutunya kembali melancarkan serangan terhadap anggota ISIS yang berada di Suriah. Serangan terbaru tersebut dikabarkan menargetkan beberapa kilang minyak yang telah berhasil diambil alih oleh ISIS.
Melansir Channel News Asia, Jumat (26/9/2014), hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron saat berbicara di hadapan Parlemen Inggris.
Dirinya meyakini, perang melawan ISIS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. “Ini akan menjadi misi yang panjang, yang akan membawa kita dalam pertempuran, yang bukan hanya akan terjadi dalam hitungan bulan. Tapi, saya yakin akan membawa kita berada dalam pertempuran selama bertahun-tahun,” ucap Cameron.
Pernyataan Cameron ini membawa perdebatan cukup keras diantara anggota Parlemen Inggris. Negeri Ratu Elizabeth itu sedang mempertimbangkan untuk turut mengirimkan jet-jet tempur mereka untuk membantu AS, Prancis dan beberapa negara Timur Tengah dalam membombardir ISIS.
Sebelumnya, AS dan beberapa sekutunya kembali melancarkan serangan terhadap anggota ISIS yang berada di Suriah. Serangan terbaru tersebut dikabarkan menargetkan beberapa kilang minyak yang telah berhasil diambil alih oleh ISIS.
(esn)