Prancis Tunda Kirim Kapal Perang ke Rusia
Kamis, 04 September 2014 - 14:15 WIB
Prancis Tunda Kirim Kapal Perang ke Rusia
A
A
A
PARIS - Pemerintah Prancis yang pro Ukraina akhirnya memilih menunda peengiriman kapal perang mereka yang sudah dibeli Rusia.
Padahal Prancis dan Rusia sudah terikat kontrak penjualan dua kapal perang Mistral, di mana Prancis harus menyerahkan dua kapal perang itu ke Rusia maksimal November.
Keputusan Prancis itu ditempuh, setelah dikritik keras dari sekutu-sekutunya, terutama Amerika Serikat yang pro Ukraina. Rusia sampai saat ini terlibat ketegangan dengan Ukraina karena dituduh mendukung separatis di Ukraina timur. (Baca: Lagi, AS Tekan Prancis Batalkan Penjualan Kapal Perang ke Rusia)
Paris pada tahun 2011 setuju untuk membangun dan menjual dua kapal perang canggih kepada Rusia senilai 1,2 miliar euro. Untuk tahap pertama, kapal perang disepakati diserahkan kepada Rusia pada Oktober atau November 2014. Tahap kedua, kapal perang lainnya akan diserahkan pada tahun 2015.
”Presiden Republik Prancis menyatakan bahwa, meskipun ada prospek gencatan senjata, kondisi ini tidak bisa untuk memberikan kapal perang pertama,” bunyi pernyataan kantor Presiden Francois Hollande, menjelang pertemuan puncak NATO di Wales.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengangkat peluang untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara bekas Uni Soviet itu, di mana usia akan menyerukan para separatis untuk melakukan gencatan senjata.
“Situasi di Ukraina adalah tindakan serius yang diambil Rusia baru-baru ini di wilayah Ukraina timur dengan melawan dasar-dasar keamanan Eropa,” lanjut pernyataan kantor Hollande, seperti dikutip RT, Kamis (4/9/2014).
Sumber diplomatik Prancis mengatakan kepada AFP, bahwa penundaan itu hanya sampai pada November, atau ketika pengiriman telah jatuh tempo.
”Pada tanggal tersebut kita akan melihat konsekuensi keuangan akan seperti apa,” ujar sumber itu mengacu pada kemungkinan sanksi denda yang mahal dari Rusia jika Prancis tidak mengirim kapal perang yang mereka beli sesuai waktu yang disepakati.
Padahal Prancis dan Rusia sudah terikat kontrak penjualan dua kapal perang Mistral, di mana Prancis harus menyerahkan dua kapal perang itu ke Rusia maksimal November.
Keputusan Prancis itu ditempuh, setelah dikritik keras dari sekutu-sekutunya, terutama Amerika Serikat yang pro Ukraina. Rusia sampai saat ini terlibat ketegangan dengan Ukraina karena dituduh mendukung separatis di Ukraina timur. (Baca: Lagi, AS Tekan Prancis Batalkan Penjualan Kapal Perang ke Rusia)
Paris pada tahun 2011 setuju untuk membangun dan menjual dua kapal perang canggih kepada Rusia senilai 1,2 miliar euro. Untuk tahap pertama, kapal perang disepakati diserahkan kepada Rusia pada Oktober atau November 2014. Tahap kedua, kapal perang lainnya akan diserahkan pada tahun 2015.
”Presiden Republik Prancis menyatakan bahwa, meskipun ada prospek gencatan senjata, kondisi ini tidak bisa untuk memberikan kapal perang pertama,” bunyi pernyataan kantor Presiden Francois Hollande, menjelang pertemuan puncak NATO di Wales.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengangkat peluang untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara bekas Uni Soviet itu, di mana usia akan menyerukan para separatis untuk melakukan gencatan senjata.
“Situasi di Ukraina adalah tindakan serius yang diambil Rusia baru-baru ini di wilayah Ukraina timur dengan melawan dasar-dasar keamanan Eropa,” lanjut pernyataan kantor Hollande, seperti dikutip RT, Kamis (4/9/2014).
Sumber diplomatik Prancis mengatakan kepada AFP, bahwa penundaan itu hanya sampai pada November, atau ketika pengiriman telah jatuh tempo.
”Pada tanggal tersebut kita akan melihat konsekuensi keuangan akan seperti apa,” ujar sumber itu mengacu pada kemungkinan sanksi denda yang mahal dari Rusia jika Prancis tidak mengirim kapal perang yang mereka beli sesuai waktu yang disepakati.
(mas)