Menlu Korut Sambangi RI, Ini Poin yang Dibahas
Rabu, 13 Agustus 2014 - 17:05 WIB
Menlu Korut Sambangi RI, Ini Poin yang Dibahas
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Su Yong, berkunjung ke Indonesia, Rabu (13/8/2014). Bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, dia membahas sejumlah poin dalam kunjungannya itu.
Demikian disampaikan Menteri Marty di Gedung Pancasila, Jakarta. Beberapa poin pembahasan itu antara lain terkait kerjasama di bidang pangan, teknologi, obat tradisional dan olah raga.
”Dalam waktu tiga bulan, kami akan saling mengirimkan delegasi untuk menjajaki potensi kerjasama,” kata Marty.
Kemudian, lanjut Marty, dalam enam bulan selanjutnya, akan terjalin kerjasama konkrit kedua pihak.
Korut selama ini dianggap sebagai negara kontroversial, karena terlibat ketegangan dengan beberapa negara di Asia Timur.
Salah satu penyebab utama ketegangan itu adalah uji coba rudal dan pengembangan senjata nuklir. Selain itu tetangganya, yakni Korea Selatan kerap menuding Korut terus bermanuver untuk merusak perdamaian di kawasan Asia Timur.
Dalam kunjungannya, Menlu Ri membantah tudingan Korsel itu. Ri menegaskan, negaranya justru mendambakan perdamaian di wilayah Asia Timur.
Demikian disampaikan Menteri Marty di Gedung Pancasila, Jakarta. Beberapa poin pembahasan itu antara lain terkait kerjasama di bidang pangan, teknologi, obat tradisional dan olah raga.
”Dalam waktu tiga bulan, kami akan saling mengirimkan delegasi untuk menjajaki potensi kerjasama,” kata Marty.
Kemudian, lanjut Marty, dalam enam bulan selanjutnya, akan terjalin kerjasama konkrit kedua pihak.
Korut selama ini dianggap sebagai negara kontroversial, karena terlibat ketegangan dengan beberapa negara di Asia Timur.
Salah satu penyebab utama ketegangan itu adalah uji coba rudal dan pengembangan senjata nuklir. Selain itu tetangganya, yakni Korea Selatan kerap menuding Korut terus bermanuver untuk merusak perdamaian di kawasan Asia Timur.
Dalam kunjungannya, Menlu Ri membantah tudingan Korsel itu. Ri menegaskan, negaranya justru mendambakan perdamaian di wilayah Asia Timur.
(mas)