Turki Bantah Ikut Serang ISIS
Minggu, 10 Agustus 2014 - 16:49 WIB
Turki Bantah Ikut Serang ISIS
A
A
A
ANKARA - Pemerintah Turki membantah keterlibatan mereka dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Turki, Ismet Yilmaz.
“AS hanya menggunakan semua sumber daya yang mereka miluku untuk mengebom situs-situs yang diaggap kanting ISIS, yang mereka (AS) lihat sebagai ancaman bagi kepentingan mereka di Irak,” ungkap Yilmaz, membantah keterlibatan Turki. Seperti dilansir Xinhua, Minggu (10/8/2014).
Menurut Yilmaz, untuk saat ini Turki tidak akan mungkin mengambil langkah untuk melakukan serangan langsung terhadap ISIS. Hal ini berhubungan dengan 49 staff kedutaan Turki yang hingga saat ini masih disandera oleh ISIS.
ISIS sebelumnya telah menguasai konsulat Jenderal Turki yang berada di Mosul, Irak dalam sebuah serangan Juni lalu. ISIS menculik 49 staf dan anggota keluarga mereka, termasuk konsulat jenderal Tukri sendiri.
AS setidaknya sudah melakukan enam kali operasi serangan udara, baik menggunakan jet tempur maupun menggunakan drone yang dimiliki AS. Presiden AS, Barack Obama sendiri telah memerintah serangan lanjutan terhadap kantong-kantong ISIS di Irak.
“AS hanya menggunakan semua sumber daya yang mereka miluku untuk mengebom situs-situs yang diaggap kanting ISIS, yang mereka (AS) lihat sebagai ancaman bagi kepentingan mereka di Irak,” ungkap Yilmaz, membantah keterlibatan Turki. Seperti dilansir Xinhua, Minggu (10/8/2014).
Menurut Yilmaz, untuk saat ini Turki tidak akan mungkin mengambil langkah untuk melakukan serangan langsung terhadap ISIS. Hal ini berhubungan dengan 49 staff kedutaan Turki yang hingga saat ini masih disandera oleh ISIS.
ISIS sebelumnya telah menguasai konsulat Jenderal Turki yang berada di Mosul, Irak dalam sebuah serangan Juni lalu. ISIS menculik 49 staf dan anggota keluarga mereka, termasuk konsulat jenderal Tukri sendiri.
AS setidaknya sudah melakukan enam kali operasi serangan udara, baik menggunakan jet tempur maupun menggunakan drone yang dimiliki AS. Presiden AS, Barack Obama sendiri telah memerintah serangan lanjutan terhadap kantong-kantong ISIS di Irak.
(esn)