Meski Musuh Bebuyutan, AS akan Rangkul Iran demi Irak

Senin, 16 Juni 2014 - 15:20 WIB
Meski Musuh Bebuyutan,...
Meski Musuh Bebuyutan, AS akan Rangkul Iran demi Irak
A A A
WASHINGTON - Pihak Amerika Serikat (AS) tengah bersiap-siap untuk melakukan dialog terbuka dengan Iran untuk menolong Irak dalam menumpas para militan radikal.

Meski kedua negara itu dikenal sebagai musuh bebuyutan, AS mengisyaratkan akan melibatkan Iran dalam menumpas para militan yang berulah di Irak. (Baca: Horor, Militan Lakukan Pembantaian Massal di Irak)

Isyarat itu disampaikan seorang pejabat senior AS kepada Wall Street Journal. Pembicaraan kedua pihak itu akan dimulai awal minggu ini. Iran sendiri dilaporkan telah mengerahkan ratusan pasukan elite dari Garda Revolusi untuk menumpas militan al-Qaeda dari kelompok
Negara Islam Irak dan Levant (ISIS/ISIL).

Reuters dalam laporannya Senin (16/6/2014) juga mengutip seorang pejabat senior AS, bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk berdiskusi dengan Teheran. Pertemuan itu, disebut-sebut akan berlangsung di Wina, Austria, di mana Iran juga sedang beregosiasi soal program nuklir Teherean bersama negara-negara kekuatan dunia.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri AS, Bill Burns, akan pergi ke Wina untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Iran guna membantu Irak.

Sementara itu, Senator AS, Lindsey Graham, mengatakan, AS butuh Iran untuk menghindari jatuhnya pemerintah Irak ke tangan militan radikal.”Kami mungkin akan membutuhkan bantuan mereka untuk menahan Baghdad (dari kejatuhannya),” kata Graham kepada CBS.

Iran juga telah menyatakan, bahwa mereka mendukung kerjasama tersebut. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, bahwa Teheran dapat mempertimbangkan bekerja sama dengan Washington untuk melawan ancaman ekstremis.

”Kami telah mengatakan bahwa semua negara harus bersatu dalam memerangi terorisme. Tapi sekarang mengenai Irak kita belum melihat orang Amerika mengambil keputusan,” ucap Rouhani.

Ketika ditanya apakah Teheran akan bekerja sama dengan musuh bebuyutannya, yakni AS dalam membantu Irak. Rouhani menajawab; ”Kita bisa berpikir tentang hal ini jika kita melihat Amerika mulai menghadapi kelompok teroris di Irak atau di tempat lain.”
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
40 menit yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
1 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
2 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
3 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved