Klaim Tak Lapar, Kanibal Rusia Sisakan Kaki Korban

Sabtu, 07 Juni 2014 - 12:51 WIB
Klaim Tak Lapar, Kanibal...
Klaim Tak Lapar, Kanibal Rusia Sisakan Kaki Korban
A A A
MOSKOW - Alexander Abdullaev dan Alexei Gorulenko, nelayan Rusia yang mengaku memakan jasad temannya saat memancing telah dibebaskan dari penjara atas perintah pengadilan. Ironisnya, salah satu kanibal Rusia itu memakan jasad hingga tersisa kaki korban meski dalam kondisi tidak lapar.

Abdullaev telah bebas setelah menjalani hukuman percobaan tiga tahun penjara. Jaksa sendiri telah menuntut hukuman 10 tahun penjara. Korban, Andrei Kurochkin, 44, dimakan Abdullaev bersama teman-temannya saat tersesat di wilayah Siberia. (Baca: Makan Orang, Kanibal Rusia Dihukum Ringan)

Pengakuan Abdullaev yang menyatakan tidak lapar saat memakan jasad korban membuat bingung istri korban, Olga Korochkin, 38. Dia tidak terima setelah jasad suaminya hanya tersisa kaki, jari kaki dan bagian belakang kepala dengan sedikit rambut.

“Dapatkah Anda membayangkan apa yang telah saya cintai pergi? Satu kaki dengan jari-jarinya, satu jari, dan bagian belakang kepalanya dengan beberapa rambut. Ini dia,” protes Olga Korochkin, usai pembebasan terdakwa, seperti dikutip Mail Online, semalam (6/6/2014).

”Ini semua yang tersisa dari orang yang saya cintai. Setelah hanya tersisa ini, bagiamana saya bisa mengucapkan selamat tinggal padanya? Saya sudah berusaha untuk tidak menangisinya. Maaf, saya tidak bisa berpikir tentang hal ini, saya kehilangan pikiran saya dengan hal ini,” lanjut dia.

”Aku tidak pernah berharap aksi horor seperti bisa muncul dalam hidup saya. Ini telah merusak, bukan hanya hidup saya, tetapi juga kehidupan semua saudara-saudara kita, dan kita adalah keluarga besar,” imbuh dia yang juga dilansir Siberian Times.

Dia berharap, Presiden Rusia, Vladimir Putin bisa memberikan keadilan kepadanya. ”Sekarang saya ingin kanibal ini harus dihukum. Saya takut polisi kami tidak tertarik untuk menyelidiki kasus ini dengan benar. Hukum kami tidak mengatakan sepatah kata pun tentang kanibalisme, (hukum menyatakan) itu bukan kejahatan,” kesal Olga.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
44 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
2 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
4 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved