Rusia Dorong AS Tekan Ukraina agar Setop Berperang
Jum'at, 06 Juni 2014 - 09:05 WIB
Rusia Dorong AS Tekan Ukraina agar Setop Berperang
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mendorong Amerika Serikat (AS) agar menggunakan pengaruhnya untuk menekan presiden baru Ukraina supaya menghentikan aksi militernya yang berperang di Ukraina timur.
Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, setelah bertemu Menteri Luar Negeri AS, John Kerry di Paris, kemarin.
”Kami sangat berharap bahwa pengaruh AS terhadap presiden (terpilih) Ukraina, (Petro) Poroshenko akan digunakan untuk menghentikan ketegangan dan konfrontasi,” kata Lavrov, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/6/2014).
“Saya tidak ragu bahwa mitra kami, AS mempengaruhi Poroshenko,” lanjut dia. Lavrov mengatakan, pemerintah baru Ukraina yang pro-Barat harus melakukan langkah pertama untuk menghentikan pertempuran dengan kelompok separatis lokal di Luhanks dan Donetsk, Ukraina timur.
”Langkah pertama, harus menghentikan apa yang disebut operasi kontra-teroris. Saya yakin, bahwa kedua (kelompok separatis) di Luhansk dan Donetsk siap untuk gencatan senjata dan bernegosiasi,” kata Lavrov, seperti dikutip Itar-Tass.
Rusia sendiri terus ditekan negara-negara G-7 untuk membantu meredam situasi di Ukraina timur. Jika tidak melakukan hal itu, negara-negara G-7 yang didominasi AS dan Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi tahap tiga yang lebih keras terhadap Rusia.
Lavrov dan Kerry bertemu sehari sebelum peringatan 70 tahun D-Day (akhir Perang Dunia II) di Paris. Menurutnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga dijadwalkan akan menghadiri acara itu.”Saya pikir ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk mencegah konflik baru di benua Eropa, untuk menemukan cara-cara guna memulihkan perdamaian di Ukraina,” kata Lavrov.
Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, setelah bertemu Menteri Luar Negeri AS, John Kerry di Paris, kemarin.
”Kami sangat berharap bahwa pengaruh AS terhadap presiden (terpilih) Ukraina, (Petro) Poroshenko akan digunakan untuk menghentikan ketegangan dan konfrontasi,” kata Lavrov, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/6/2014).
“Saya tidak ragu bahwa mitra kami, AS mempengaruhi Poroshenko,” lanjut dia. Lavrov mengatakan, pemerintah baru Ukraina yang pro-Barat harus melakukan langkah pertama untuk menghentikan pertempuran dengan kelompok separatis lokal di Luhanks dan Donetsk, Ukraina timur.
”Langkah pertama, harus menghentikan apa yang disebut operasi kontra-teroris. Saya yakin, bahwa kedua (kelompok separatis) di Luhansk dan Donetsk siap untuk gencatan senjata dan bernegosiasi,” kata Lavrov, seperti dikutip Itar-Tass.
Rusia sendiri terus ditekan negara-negara G-7 untuk membantu meredam situasi di Ukraina timur. Jika tidak melakukan hal itu, negara-negara G-7 yang didominasi AS dan Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi tahap tiga yang lebih keras terhadap Rusia.
Lavrov dan Kerry bertemu sehari sebelum peringatan 70 tahun D-Day (akhir Perang Dunia II) di Paris. Menurutnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga dijadwalkan akan menghadiri acara itu.”Saya pikir ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk mencegah konflik baru di benua Eropa, untuk menemukan cara-cara guna memulihkan perdamaian di Ukraina,” kata Lavrov.
(mas)