Bantah Perang Dingin, NATO Sebar Pasukan Tempur di Eropa
Rabu, 04 Juni 2014 - 08:36 WIB
Bantah Perang Dingin, NATO Sebar Pasukan Tempur di Eropa
A
A
A
BRUSSELS - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berjanji untuk menggelontorkan dana USD1 miliar atau sekitar Rp11,7 triliun untuk mendukung penyebaran pasukan NATO tempur ke Eropa. Kebijakan itu menyusul situasi di Ukraina yang terus memanas.
Dana sebanyak itu untuk mendukung misi NATO yang ingin memperkuat pertahanan militer di Eropa, setelah sekutu-sekutu NATO di Eropa Timur cemas dengan sepak terjang Rusia. Baik, AS maupun NATO membantah langkah penyebaran pasukan itu sebagai bentuk Perang Dingin dengan Rusia.
“Kami akan memperluas latihan dan pelatihan dengan sekutu untuk meningkatkan kesiapan pasukan kita,” kata Obama, seperti dikutip BBC, semalam (3/6/2014). Komentar itu disampaikan Obama saat berkunjung ke Polandia untuk bertemu dengan para pemimpin NATO di Brussels untuk membahas krisis Ukraina.
”Komitmen kami untuk keamanan Polandia serta keamanan sekutu-sekutu kami di Eropa tengah dan timur adalah landasan keamanan kita sendiri dan itu adalah sakral,” ujar Obama setelah memeriksa pesawat tempur F-16 yang merupakan unit gabungan dari AS dan Polandia.
NATO menyambut baik langkah Obama yang menyiapkan dana sebesar itu untuk mendukung penyebaran pasukan tempur di Eropa.
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan Rusia telah meningkatkan anggaran belanja militer sebesar 50 persen dalam lima tahun terakhir. Sebaliknya, NATO justru memotong dana sebesar 20 persen dibanding periode yang sama.
NATO tidak akan membiarkan tindakan Rusia di Ukraina terus berlanjut.”Ini tidak berkelanjutan,” ujarnya.”Apa yang telah kita saksikan di Ukraina adalah panggilan untuk bangkit,” katanya lagi.
Dana sebanyak itu untuk mendukung misi NATO yang ingin memperkuat pertahanan militer di Eropa, setelah sekutu-sekutu NATO di Eropa Timur cemas dengan sepak terjang Rusia. Baik, AS maupun NATO membantah langkah penyebaran pasukan itu sebagai bentuk Perang Dingin dengan Rusia.
“Kami akan memperluas latihan dan pelatihan dengan sekutu untuk meningkatkan kesiapan pasukan kita,” kata Obama, seperti dikutip BBC, semalam (3/6/2014). Komentar itu disampaikan Obama saat berkunjung ke Polandia untuk bertemu dengan para pemimpin NATO di Brussels untuk membahas krisis Ukraina.
”Komitmen kami untuk keamanan Polandia serta keamanan sekutu-sekutu kami di Eropa tengah dan timur adalah landasan keamanan kita sendiri dan itu adalah sakral,” ujar Obama setelah memeriksa pesawat tempur F-16 yang merupakan unit gabungan dari AS dan Polandia.
NATO menyambut baik langkah Obama yang menyiapkan dana sebesar itu untuk mendukung penyebaran pasukan tempur di Eropa.
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan Rusia telah meningkatkan anggaran belanja militer sebesar 50 persen dalam lima tahun terakhir. Sebaliknya, NATO justru memotong dana sebesar 20 persen dibanding periode yang sama.
NATO tidak akan membiarkan tindakan Rusia di Ukraina terus berlanjut.”Ini tidak berkelanjutan,” ujarnya.”Apa yang telah kita saksikan di Ukraina adalah panggilan untuk bangkit,” katanya lagi.
(mas)