Dicap Musuh Tuhan, Pembangkang Iran Digantung

Minggu, 01 Juni 2014 - 11:32 WIB
Dicap Musuh Tuhan, Pembangkang...
Dicap Musuh Tuhan, Pembangkang Iran Digantung
A A A
TEHERAN - Seorang pembangkang pemerintah Iran dijadwalkan untuk dieksekusi mati pada Minggu (1/6/2014) waktu setempat. Dia divonis hukuman hukuman gantung pada 2010 atas tuduhan menjadi musuh Tuhan.

Gholamreza Khosravi Savajani—nama pembangkang politik Iran itu—diduga menjadi peyumbang dana bagi Organisasi Muhajidin Rakyat Iran (PMOI). Itu merupakan kelompok yang berupaya menggulingkan rezim Republik Islam Iran.

Kelompok hak asasi manusia mendesak pemerintah Iran untuk tidak mengeksekusi seorang karena menjadi pembangkang politik. ”(Dia) dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung (untuk tuduhan) menjadi musuh Tuhan,” bunyi pernyataan Amnesty Internasional yang menyebut pengadilan yang memvonis Savajani itu tidak adil.

Savajani ditahan selama lebih dari 40 bulan di sel isolasi di pusat penahanan sejak ia ditangkap pada tahun 2008. Dia juga dituduh menjalin hubungan dengan kelompok Mujahidin - e Khalq (MEK), kelompok yang juga ingin menggulingkan rezim Iran.

“Sekali lagi pemerintah Iran akan segera mengeksekusi seorang pria yang bahkan (dia) tidak menerima pengadilan yang adil, yang mengabaikan hukum internasional dan hukum Iran,” kata Hassiba Hadj Saharoui, Wakil Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti dikutip Reuters.

PMOI selama ini bermarkas di Paris. Menurut kelompok itu, keluarga Savajani itu telah dipanggil ke penjara, tempat ia ditahan dan diberitahu bahwa Savajani akan dieksekusi hari ini.

Oposisi Iran juga mengecam eksekusi Savajani. ”Sudah saatnya bagi masyarakat internasional pada umumnya dan pemerintahan Barack Obama pada khususnya untuk memecah keheningan memalukan mereka atas pembunuhan barbar yang kita saksikan di Iran, terutama setelah (presiden) yang menyebut Moderrat, yakni Hassan Rouhani, menjabat,” kata Ali Safavi , juru bicara Dewan Nasional Perlawanan Iran, kelompok oposisi Iran kepada Fox News.

Sementara itu, pihak Iran menegaskan sistem peradilan di Iran sudah adil. Mereka justru menuduh Barat mempolitisir hak asasi manusia untuk melemahkan sisitem peradilan Iran.

Media Iran sebelumnya melaporkan, Savajani, satu dari empat orang akan dihukum mati atas tuduhan melakukan penipuan dana, saat Iran dipimpin Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
(mas)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved