Dendam, Moskow hentikan operasi satelit AS di Rusia

Rabu, 14 Mei 2014 - 10:02 WIB
Dendam, Moskow hentikan...
Dendam, Moskow hentikan operasi satelit AS di Rusia
A A A
Sindonews.com - Rusia akan menangguhkan operasional semua situs Global Positioning System atau GPS milik Amerika Serikat (AS)di seluruh wilayah Rusia mulai 1 Juni 2014. GPS milik AS yang beroperasi di Rusia, selama ini menjadi andalan AS untuk menjalankan sistem satelit di wilayah Rusia.

Penghentian operasional satelit AS di Rusia itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin. Rogozin, merupakan pejabat penting di Rusia yang bertanggung jawab atas industry pertahanan dan ruang angkasa Rusia. (Baca: AS jatuhkan sanksi ke Rusia, Pentagon 'kena batunya")

”Mulai 1 Juni, kami akan menghentikan pekerjaan mereka di stasiun wilayah Rusia,” kata Rogozin. Menurutnya, stasiun GPS yang menjadi andalan sistem satelit bumi AS beroperasi di Rusia di bawah perjanjian tahun 1993 dan diperbarui tahun 2001.

”Berdasarkan perjanjian ini, ada 11 stasiun GPS di 10 wilayah 10 (Federasi Rusia),” kata Rogozin, seperti dilansir Reuters, Rabu (14/5/2014). Tindakan Rusia itu sebagai balas dendam Moskow kepada AS yang telah menjatuhkan sanksi terhadap para petinggi Rusia akibat intervensi Moskow dalam krisis di Ukraina.

Rogozin juga mengancam akan menghentikan permanen semua operasional satelit AS di Rusia mulai 1 September 2014. Tak hanya itu, Moskow juga melarang Washington menggunakan mesin roket buatan Rusia. Padahal AS selama ini mengandalkan mesin itu untuk mengorbitkan satelit militer mereka.

”Kami melanjutkan dari kenyataan, bahwa tanpa jaminan mesin kami digunakan untuk pesawat ruang angkasa non – militer. Kita tidak akan memasoknya lagi kepada AS,” ujarnya kepada kantor berita Interfax.

Seperti diketahui, AS bergantung pada mesin roket buatan Rusia, RD - 180 dan NK - 33 untuk meluncurkan satelit militer dan sipil ke luar angkasa. NASA sendiri mengaku tidak bisa memproduksi mesin seperti itu sebelum 2020.

Menurut Rogozin, Moskow juga tidak berencana untuk menyetujui tawaran AS memperpanjang pengoperasian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
22 menit yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
38 menit yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
3 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
3 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved