Referendum dilaksanakan, Ukraina terancam perang saudara

Minggu, 11 Mei 2014 - 14:39 WIB
Referendum dilaksanakan,...
Referendum dilaksanakan, Ukraina terancam perang saudara
A A A
Sindonews.com – Massa pro-Rusia di Ukraina timur pada Minggu (11/5/2014) akhirnya tetap akan melaksanakan referendum. Para pemimpin mereka menekankan bahwa mereka ingin membentuk pemerintahan sendiri dengan nama Republik Rakyat Donestk.

Referendum ini memicu kehawatiran di Kiev akan ada perang saudara di kawasan Ukraina. Seperti dilaporakan Reuters, tanda-tanda perang sudah mulai tercium sehari sebelum referendum di laksanakan, di mana pasukan Ukraina di Mariupol menyerang massa pro Rusia dan menewaskan 30 diantaranya.

Para warga di Ukraina timur telah menetapkan, mereka ingin berpisah dari Ukraina dan mendirikan negara sendiri. "Saya ingin datang sedini mungkin (untuk memilih). Kita semua ingin hidup di negeri kita sendiri," ungkap Zhenya Denyesh, seorang mahasiswa berusia 20 tahun,

Pemimpin Ukraina, Oleksander Turchinov, memperingatkan kepada massa pro Rusia, bila mereka tetap melaksanakan referendum, maka mereka akan terjerumus ke dalam jurang konflik yang dalam. Dia mengatakan, langkah tersebut juga akan menghancurkan iklim perekonomian di daerah mereka.

Pihak pro Rusia sendiri telah selesai mencetak surat suara, dan sudah mulai merampungkan persiapan akhir untuk referendum. Keamanan pun diperketat dengan barikade yang semakin kuat untuk mengahalau serangan dari pasukan Ukraina.

Kiev dan Barat menuduh Moskow berada di balik krisis yang terjadi di Ukraina. Mereka menuduh Rusia sebagai dalang yang menjalankan sebuah sekenario besar dalam merekayasa krisis di negara tetantangganya.

Hal ini segera ditanggapi dengan tegas oleh Rusia, dengan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam krisis yang terjadi di Ukraina.
(esn)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
12 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved