Senjata kimia digunakan dalam perang di Ukraina timur

Sabtu, 10 Mei 2014 - 13:34 WIB
Senjata kimia digunakan...
Senjata kimia digunakan dalam perang di Ukraina timur
A A A
Sindonews.com - Para pemimpin dari "Republik Rakyat Donetsk”, kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur menyatakan, pasukan Kiev tak hanya menggunakan tank tempur untuk menumpas massa pro-Rusia.

Pasukan Ukraina juga mereka tuduh menggunakan senjata kimia ketika menyerbu gedung Dewan Kota di Mariupol. Serangan senjata kimia itu terjadi beberapa hari sebelum serangan tank tempur kemarin.

“Kiev menanggung seluruh tanggung jawab, tidak hanya untuk tindakan lembaga negara mereka, tetapi juga untuk tindakan warga yang secara ilegal menerapkan alat perang kimia,” bunyi pernyataan pemimpin “Republik Rakyat Donetsk”.

”Kelompok-kelompok bersenjata dikendalikan oleh Kiev menggunakan senjata kimia tak dikenal pada tanggal 6 Mei 2014 ketika menyerbu markas Dewan Kota ,” imbuh pernyataan itu, seperti dilansir Voice of Russia, semalam (9/5/2014). (Baca: Pakai tank tempur, pasukan Kiev bunuh 20 massa pro-Rusia)

”Para pembela Dewan Kota telah meninggalkan daerah yang terkontaminasi (senjata kimia). Banyak dari mereka mengalami gangguan sistem pernapasan, yang mungkin akan memiliki konsekuensi dan mungkin menjadi bahaya bagi kehidupan mereka,” lanjut pernyataan itu. Namun, jenis zat kimia yang digunakan dalam serangan itu tidak disebut.

Kelompok separatis yang ingin pisah dari Ukraina itu mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk penggunaan senjata kimia di Mariupol. Mereka juga menyerukan masyarakat internasional mengisolasi otoritas Kiev atas tindakannya itu.

Tidak hanya itu, mereka mendesak Rusia untuk meminta agar Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh otoritas Kiev di Mariupol.

Sementara itu, pihak Ukraina belum mengomentari laporan tersebut. Mereka tetap menganggap tindakan separatis sebagai aksi ilegal yang harus ditindak keras.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
55 menit yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
4 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
7 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved