NATO: Rusia bisa kuasai Ukraina timur tanpa invasi
Selasa, 06 Mei 2014 - 08:21 WIB
NATO: Rusia bisa kuasai Ukraina timur tanpa invasi
A
A
A
Sindonews.com-Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO memprediksi bahwa pasukan Rusia bisa menguasai Ukraina timur tanpa melakukan invasi secara terbuka. NATO menyebut cara itu yang dilakukan Rusia ketika mencaplok Crimea dari Ukraina.
Seorang komandan NATO, Jenderal Philip Breedlove, mengatakan,bantahan bahwa Rusia tidak ikut campur dalam kekacauan di Ukraina timur adalah narasi fiktif. Dia memastikan pasukan khusus Rusia beroperasi di sana, seperti yang terjadi pada kasus aneksasi Crimea.
”Ingat bahwa ( Presiden Rusia Vladimir ) Putin membantah kehadiran mereka (pasukan khusus Rusia) dan sekarang dia telah mengakui keberadaan mereka di Crimea. Hal yang sama akan muncul di Ukraina,” katanya.
”Persis apa yang kita lihat di Crimea, (kita) sedang bercermin di kawasan Ukraina timur,” imbuh jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/5/2014).
Rusia telah mengerahkan puluhan ribu pasukan tempurnya di wilayah perbatasan dengan Ukraina timur. Langkah itu dimotiviasi oleh kecemasan Moskow terhadap nasib warga etnis Rusia di Ukraina timur yang berhadapan dengan pasukan Ukraina karena menuntut otonomi khusus atau bahkan referendum.
Breedlove menambahkan, dia seminggu yang lalu sempat berpikir bahwa pasukan khusus Rusia mungkin sudah dikirim untuk bergabung dengan pasukan Rusia lainnya yang pernah siaga di Crimea sejak Maret 2014.
”Hari ini, saya akan memberitahu Anda, bahwa saya tidak berpikir itu. Saya sekarang berpikir bahwa Putin mungkin bisa mencapai tujuannya di Ukraina timur dan tidak pernah menyeberang dengan pasukannya,” ujarnya. ”Saya pikir itu yang paling menyusahkan bagi NATO.”
Seorang komandan NATO, Jenderal Philip Breedlove, mengatakan,bantahan bahwa Rusia tidak ikut campur dalam kekacauan di Ukraina timur adalah narasi fiktif. Dia memastikan pasukan khusus Rusia beroperasi di sana, seperti yang terjadi pada kasus aneksasi Crimea.
”Ingat bahwa ( Presiden Rusia Vladimir ) Putin membantah kehadiran mereka (pasukan khusus Rusia) dan sekarang dia telah mengakui keberadaan mereka di Crimea. Hal yang sama akan muncul di Ukraina,” katanya.
”Persis apa yang kita lihat di Crimea, (kita) sedang bercermin di kawasan Ukraina timur,” imbuh jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/5/2014).
Rusia telah mengerahkan puluhan ribu pasukan tempurnya di wilayah perbatasan dengan Ukraina timur. Langkah itu dimotiviasi oleh kecemasan Moskow terhadap nasib warga etnis Rusia di Ukraina timur yang berhadapan dengan pasukan Ukraina karena menuntut otonomi khusus atau bahkan referendum.
Breedlove menambahkan, dia seminggu yang lalu sempat berpikir bahwa pasukan khusus Rusia mungkin sudah dikirim untuk bergabung dengan pasukan Rusia lainnya yang pernah siaga di Crimea sejak Maret 2014.
”Hari ini, saya akan memberitahu Anda, bahwa saya tidak berpikir itu. Saya sekarang berpikir bahwa Putin mungkin bisa mencapai tujuannya di Ukraina timur dan tidak pernah menyeberang dengan pasukannya,” ujarnya. ”Saya pikir itu yang paling menyusahkan bagi NATO.”
(mas)