Di Uruguay, orang bebas beli ganja 10 gram per minggu
Sabtu, 03 Mei 2014 - 18:18 WIB
Di Uruguay, orang bebas beli ganja 10 gram per minggu
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Urugay menyatakan, bahwa konsumen bebas membeli hingga 10 gram ganja per minggu. Harganya, kurang dari USD1 per satu gram ganja.
Urugay melegalkan ganja dalam regulasi obat. Pada bulan Desember 2013, negara di Amerika Selatan ini menjadi yang pertama di dunia yang melegalkan ganja. Pelegalan itu sebagai bentuk frutasi pemerintah yang kehilangan sumber daya untuk memerangi perdagangan narkoba.
Presiden Dewan Nasional Obat, Diego Canepa, mengatakan pembeli ganja harus mendaftar terlebih dahulu di bawah dekrit yang ditandatangani oleh menteri terkait pada Senin dan diterbitkan Selasa.
Selain itu, pemerintah juga akan menentukan pihak pribadi sebagai penanam ganja.”Yang ditentukan tidak lebih dari dua minggu setelah keputusan tersebut mulai berlaku, ujar Canepa.
Canepa seperti dilansir BBC, Sabtu (3/5/2014) memperkirakan bahwa ganja legal akan tersedia di apotek untuk konsumsi publik pada bulan Desember nanti. Ganja tersebut akan dijual kepada publik dengan harga 20 hingga 22 peso ( USD0,90) per gram. ”Tidak ada subsidi negara,” imbuh dia.
Sekjen Badan Obat Nasional, Julio Calzada, menambahkan, volume konsumsi ganja di Uruguay juga diatur. ”Total volume yang dikonsumsi di Uruguay sekitar 18 sampai 22 ton ganja,” katanya. ”Berdasarkan hal ini, kita membutuhkan lahan maksimal 10-25 hektare untuk memenuhi konsumsi ganja.”
Peraturan baru itu merupakan bagian dari sebuah inisiatif dari Presiden Uruguay, Jose Mujica. Presiden ini dikenal kontroversial. Selain terkenal sebagai presiden termiskin di dunia dan gemar amal, dia juga memiliki asisten yang merupakan seorang model seksi.
Urugay melegalkan ganja dalam regulasi obat. Pada bulan Desember 2013, negara di Amerika Selatan ini menjadi yang pertama di dunia yang melegalkan ganja. Pelegalan itu sebagai bentuk frutasi pemerintah yang kehilangan sumber daya untuk memerangi perdagangan narkoba.
Presiden Dewan Nasional Obat, Diego Canepa, mengatakan pembeli ganja harus mendaftar terlebih dahulu di bawah dekrit yang ditandatangani oleh menteri terkait pada Senin dan diterbitkan Selasa.
Selain itu, pemerintah juga akan menentukan pihak pribadi sebagai penanam ganja.”Yang ditentukan tidak lebih dari dua minggu setelah keputusan tersebut mulai berlaku, ujar Canepa.
Canepa seperti dilansir BBC, Sabtu (3/5/2014) memperkirakan bahwa ganja legal akan tersedia di apotek untuk konsumsi publik pada bulan Desember nanti. Ganja tersebut akan dijual kepada publik dengan harga 20 hingga 22 peso ( USD0,90) per gram. ”Tidak ada subsidi negara,” imbuh dia.
Sekjen Badan Obat Nasional, Julio Calzada, menambahkan, volume konsumsi ganja di Uruguay juga diatur. ”Total volume yang dikonsumsi di Uruguay sekitar 18 sampai 22 ton ganja,” katanya. ”Berdasarkan hal ini, kita membutuhkan lahan maksimal 10-25 hektare untuk memenuhi konsumsi ganja.”
Peraturan baru itu merupakan bagian dari sebuah inisiatif dari Presiden Uruguay, Jose Mujica. Presiden ini dikenal kontroversial. Selain terkenal sebagai presiden termiskin di dunia dan gemar amal, dia juga memiliki asisten yang merupakan seorang model seksi.
(mas)