Lengketnya Soekarno-Kim II Sung & hubungan RI-Korut kini....

Selasa, 29 April 2014 - 16:22 WIB
Lengketnya Soekarno-Kim...
Lengketnya Soekarno-Kim II Sung & hubungan RI-Korut kini....
A A A
Sindonews.com – Indonesia ikut menyoroti pelanggaran HAM luar biasa di Korea Utara. Pelapor khusus PBB asal Indonesia, Marzuki Darusman, bahkan membuat laporan perihal pelanggaran HAM di negara pimpinan Kim Jong-un.

Marzuki menyebut, rezim Pyonyang begitu luar biasa melakukan pengingkaran atas pelanggaran HAM terhadap rakyat mereka.”Kita, Indonesia tidak menghakimi Korut, tapi mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di sana,” katanya, dalam seminar bertajuk “Jalan Panjang Penegakan dan Penghormatan HAM di Korea Utara” di gedung LIPI, Selasa (29/4/2014).

Meskipun Indonesia ikut menyoroti pelanggaran HAM di Korut, namun dalam sejarahnya Indonesia pernah berhubungan dekat dengan negara itu. Hubungan Indonesia dan Korut telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. “Presiden Sokarno dan Kim II Sung (mantan pemimpin Korut) merupakan kawan dekat,” kata Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsudin Haris.

Kim II Sung pada tahun 1965 pernah dianugerahi gelar doktor honoris causa dalam bidang teknologi oleh Universitas Indonesia. Karena Kim dianggap telah berjasa luar biasa dalam memajukan kehidupan masyarakatnya melalui pendayagunan teknologi. Sebaliknya, Korut melihat Indonesia dan Soekarno dengan penuh rasa hormat.

Namun, lengketnya Indonesia dan Korut itu perlahan-lahan mulai memudar.”Hubungan kedua negara tidak selamanya hangat, meski bukan berarti ada konflik terbuka di antara keduanya,” kata Syamsudin.

Tak begitu lengketnya Indonesia dan Korut seperti dulu, dipengaruhi oleh perubahan tataran rezim kepemimpinan dan orientasi politik luar negeri. Dua faktor itu, hanya sebagian dari penyebab adaya jarak dalam hubungan antara Indonesia dan Korut.

Indonesia sejak 1998 memasuki fase demokrasi dengan tanda keterbukaan pers dan kebebasan berpolitik.”Sebaliknya, Korut menerapkan partai politik tunggal, adanya tahanan politik, kontrol ekstra ketat terhadap warganya hingga teror secara sistematis,” ujar Syamsudin mengacu pada sejumlah laporan, termasuk laporan Marzuki Darusman atas pelanggaran HAM di Korut kepada PBB.

Kendati demikian, Syamsudin sepakat dengan Marzuki bahwa sikap Indonesia yang ikut menyoroti pelanggaran HAM di Korut, bukan bertujuan untuk menghakimi rezim Pyongyang. ”Sebaliknya, Indonesia sebagai warga dunia mempunyai tanggung jawab untu menjaga stabilitas dan mewujudkan perdamaian dunia. Terlebih konstitusi Indonesia menganut politik luar negeri yang bebas aktif.”
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Indonesia
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia Vs Korea Utara, Siapa Kuat?
Timnas U-24 Asian Games...
Timnas U-24 Asian Games 2022 Keok Lawan Korea Utara
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
3 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
4 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
7 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved