Tragedi MH370, Mahathir bela MAS & salahkan Boeing

Sabtu, 26 April 2014 - 13:16 WIB
Tragedi MH370, Mahathir...
Tragedi MH370, Mahathir bela MAS & salahkan Boeing
A A A
Sindonews.com – Mantan pemimpin Malaysia, Mahathir Mohamad, kesal dengan disudutkannya pihak Malaysia Airlines (MAS) dalam tragedi hilangnya pesawat MH370. Mahathir justru menyalahkan pihak Boeing sebagai pembuat pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 tersebut.

Dia mengatakan perusahaan Boeing harus menjelaskan, bagaimana mereka bisa membuat pesawat dengan komunikasi dan sistem pelacakan yang begitu mudah dinonaktifkan. Sehingga pesawat MH370 sampai saat ini tidak bisa dilacak.

Mahathir membela MAS yang terus disalahkan kerabat penumpang. Puncaknya, kerabat penumpang marah dan “menyandera” karyawan MAS selama 10 jam di sebuah hotel di Beijing kemarin. Mereka tidak puas dengan penjelasan pihak Malaysia atas hilangya pesawat itu.

”Saya marah karena mereka menyalahkan orang yang tak salah. Hilangnya pesawat karena dari para pembuat, Boeing,” kata Mahathir.

”MAS tidak bersalah, keamanan lalai atau tidak, pesawat terbang MAS sepenuhnya menjalan tugas. Tapi, pesawat entah bagaimana jadi seperti itu siapa yang bertanggung jawab? Bukan MAS, tapi pembuat pesawat, yakni Boeing Aircraft Corporation,”tulis Mahathir di blog-nya yang dilansir Malaysian Insider, Sabtu (26/4/2014).

Pesawat pembawa 239 orang sudah dicari, baik secara manual maupun dengan berbagai alat canggih. Namun, hasilnya masih nihil. “Boeing membangun pesawat ini. Boeing harus menjelaskan bagaimana semua ini, karena alat pelacakan pesawat dapat dinonaktifkan, bisa gagal. Entah teknologi Boeing miskin atau tidak aman,” ujar Mahathir.

”Saya tidak ingin terbang di pesawat Boeing, kecuali Boeing bisa menjelaskan bagaimana semua sistem yang bisa gagal atau bisa mudah dinonaktifkan.”

Mahathir melanjutkan, teknologi remote control sekarang sangat canggih. Dia pun bertanya-tanya mengapa Boeing tidak menerapkan sistem remote control untuk mencegah aksi pembajakan. ”Apakah mungkin bagi pihak ketiga mengambil kendali pesawat itu jarak jauh?,” tanya Mahathir yang menduga adanya teknologi remote control di industri penerbangan.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
11 menit yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
45 menit yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
1 jam yang lalu
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
2 jam yang lalu
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
3 jam yang lalu
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved