Pernah dipenjara, nasib pedofil eks guru JIS berakhir tragis
Kamis, 24 April 2014 - 11:00 WIB
Pernah dipenjara, nasib pedofil eks guru JIS berakhir tragis
A
A
A
Sindonews.com – Kisah kelam pedofil dunia, William James Vahey, 64, warga Amerika Serikat yang pernah mengajar di Jakarta Internasional School (JIS) selama 10 tahun dirilis FBI. Setidaknya, ada 90 anak yang diduga menjadi korban Vahey.
Aksinya dimulai sejak tahun 1972 dengan korban anak laki-laki usia 12-14 tahun. Di JIS, Vahey tercatat pernah mengajar dari tahun 1992-2002. Sindonews, mengakses website resmi FBI, yakni, fbi.gov, di mana Vahey ternyata pernah dipenjara di California pada tahun 1969 karena kasus penganiayaan anak.
Entah bagaimana ceritanya, Vahey yang pernah masuk bui itu bisa mengajar di sekolah elite, termasuk di JIS. Nasib Vahey berakhir tragis. Dia bunuh diri bulan lalu, setelah pembantunya dipecat karena mengambil USB yang berisi gambar-gambar porno dari anak laki-laki yang telah dibius sebelum menjadi korban pelampiasan nafsunya. (Baca: Jejak pedofil dunia William James Vahey di JIS)
Agen FBI, Patrick Fransen, mengatakan dalam USB itu terdapat foto setidaknya 90 korban Vahey. Foto-foto itu dikoleksi Vahey mulai tahun 2008. Penyelidikan FBI mengungkap bahwa Vahey selalu menemani siswanya sepanjang kariernya sebagai pengajar.
Dihormati, bebas beraksi
Fransen, agen FBI yang khusus menangani kejahatan terhadap anak-anak mencatat, bahwa Vahey telah mengajar di sekolah-sekolah internasional di luar Amerika Serikat sejak tahun 1970-an.
”Saya khawatir bahwa ia mungkin telah ‘memangsa’ banyak siswa lain sebelum tahun 2008,” katanya. ”Saya belum pernah melihat kasus lain di mana seorang individu mungkin telah mencabuli banyak anak-anak selama suatu jangka waktu yang panjang.”
Menurut catatan FBI, sepanjang kariernya sebagai pengajar, Vahey ternyata dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan guru. Dia juga pernah melatih tim basket anak laki-laki di beberapa sekolah tempat dia mengajar.
Saking dihormatinya, Vahey leluasa untuk masuk ke kamar anak laki-laki yang menjadi siswanya. ”Dia memiliki akses ke anak-anak, karena posisinya sangat dipercaya,” ujar Fransen. ”Dia menciptakan sebuah sistem yang memberinya kesempatan untuk menganiaya anak-anak.”
Sementara itu, pihak JIS, telah mengkonfirmasi, bahwa buronan FBI itu memang pernah menjadi tenaga pengajar di JIS. Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, menegaskan, pihaknya baru saja mendapatkan informasi dari sekolah internasional yang berada di Caracas, Venezuela mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh FBI. (Baca juga: JIS akui pernah pekerjakan buronan FBI)
Setelah memperoleh informasi itu, dia segera menghubungi pihak FBI untuk melakukan verifikasi. ”Bersama ini kami mengkonfirmasi bahwa tersangka adalah mantan karyawan JIS yang berhenti sejak tahun 2002 lalu,” katanya, Rabu (23/4/2014).
Aksinya dimulai sejak tahun 1972 dengan korban anak laki-laki usia 12-14 tahun. Di JIS, Vahey tercatat pernah mengajar dari tahun 1992-2002. Sindonews, mengakses website resmi FBI, yakni, fbi.gov, di mana Vahey ternyata pernah dipenjara di California pada tahun 1969 karena kasus penganiayaan anak.
Entah bagaimana ceritanya, Vahey yang pernah masuk bui itu bisa mengajar di sekolah elite, termasuk di JIS. Nasib Vahey berakhir tragis. Dia bunuh diri bulan lalu, setelah pembantunya dipecat karena mengambil USB yang berisi gambar-gambar porno dari anak laki-laki yang telah dibius sebelum menjadi korban pelampiasan nafsunya. (Baca: Jejak pedofil dunia William James Vahey di JIS)
Agen FBI, Patrick Fransen, mengatakan dalam USB itu terdapat foto setidaknya 90 korban Vahey. Foto-foto itu dikoleksi Vahey mulai tahun 2008. Penyelidikan FBI mengungkap bahwa Vahey selalu menemani siswanya sepanjang kariernya sebagai pengajar.
Dihormati, bebas beraksi
Fransen, agen FBI yang khusus menangani kejahatan terhadap anak-anak mencatat, bahwa Vahey telah mengajar di sekolah-sekolah internasional di luar Amerika Serikat sejak tahun 1970-an.
”Saya khawatir bahwa ia mungkin telah ‘memangsa’ banyak siswa lain sebelum tahun 2008,” katanya. ”Saya belum pernah melihat kasus lain di mana seorang individu mungkin telah mencabuli banyak anak-anak selama suatu jangka waktu yang panjang.”
Menurut catatan FBI, sepanjang kariernya sebagai pengajar, Vahey ternyata dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan guru. Dia juga pernah melatih tim basket anak laki-laki di beberapa sekolah tempat dia mengajar.
Saking dihormatinya, Vahey leluasa untuk masuk ke kamar anak laki-laki yang menjadi siswanya. ”Dia memiliki akses ke anak-anak, karena posisinya sangat dipercaya,” ujar Fransen. ”Dia menciptakan sebuah sistem yang memberinya kesempatan untuk menganiaya anak-anak.”
Sementara itu, pihak JIS, telah mengkonfirmasi, bahwa buronan FBI itu memang pernah menjadi tenaga pengajar di JIS. Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, menegaskan, pihaknya baru saja mendapatkan informasi dari sekolah internasional yang berada di Caracas, Venezuela mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh FBI. (Baca juga: JIS akui pernah pekerjakan buronan FBI)
Setelah memperoleh informasi itu, dia segera menghubungi pihak FBI untuk melakukan verifikasi. ”Bersama ini kami mengkonfirmasi bahwa tersangka adalah mantan karyawan JIS yang berhenti sejak tahun 2002 lalu,” katanya, Rabu (23/4/2014).
(mas)