Kubur memori Perang Dingin, Putin rangkul bos baru NATO
Sabtu, 19 April 2014 - 16:37 WIB
Kubur memori Perang Dingin, Putin rangkul bos baru NATO
A
A
A
Sindonews.com – Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menujuk pemimpin baru menggantikan Anders Fogs Rasmussen. Pemimpin baru sekarang adalah bekas Perdana Menteri Norwegia, Jen Stolenberg.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut pemilihan Stoltenberg sebagai kepala baru NATO pada Sabtu (19/4/2014). Putin berniat mengubur memori permusuhan Rusia dengan NATO baik pada era Perang Dingin, maupun ketegangan yang baru muncul saat NATO dipimpin Rasmussen.
“(Rusia) ingin memiliki hubungan yang sangat baik,” kata Putin menyambut pemimpin baru NATO, seperti dilansir Reuters. Putin tidak menyangkal, bahwa hubungan Rusia dan NATO sedang memburuk setelah Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina.
NATO sendiri saat dipimpin Rasmussen sudah membekukan kerjasama militer dengan Rusia. Bahkan NATO telah mengerahkan pesawat dan kapal perangnya di kawasan Laut Hitam di dekat Ukraina, untuk merespon pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rossiya, Putin menyebut sosok Stoltenberg sebagai tokoh yang bisa diajak untuk membantu memperbaiki hubungan kedua pihak.
”Kami memiliki hubungan yang sangat baik, termasuk hubungan pribadi. Dia sangat serius, dan orang yang bertanggung jawab,” puji Putin. ”Tapi, mari kita lihat bagaimana ia akan mengembangkan hubungan barunya (dengan Rusia),” imbuh Putin.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut pemilihan Stoltenberg sebagai kepala baru NATO pada Sabtu (19/4/2014). Putin berniat mengubur memori permusuhan Rusia dengan NATO baik pada era Perang Dingin, maupun ketegangan yang baru muncul saat NATO dipimpin Rasmussen.
“(Rusia) ingin memiliki hubungan yang sangat baik,” kata Putin menyambut pemimpin baru NATO, seperti dilansir Reuters. Putin tidak menyangkal, bahwa hubungan Rusia dan NATO sedang memburuk setelah Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina.
NATO sendiri saat dipimpin Rasmussen sudah membekukan kerjasama militer dengan Rusia. Bahkan NATO telah mengerahkan pesawat dan kapal perangnya di kawasan Laut Hitam di dekat Ukraina, untuk merespon pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rossiya, Putin menyebut sosok Stoltenberg sebagai tokoh yang bisa diajak untuk membantu memperbaiki hubungan kedua pihak.
”Kami memiliki hubungan yang sangat baik, termasuk hubungan pribadi. Dia sangat serius, dan orang yang bertanggung jawab,” puji Putin. ”Tapi, mari kita lihat bagaimana ia akan mengembangkan hubungan barunya (dengan Rusia),” imbuh Putin.
(mas)