Klaim lebih kuat, Obama: AS tak perlu perang dengan Rusia

Kamis, 17 April 2014 - 16:03 WIB
Klaim lebih kuat, Obama:...
Klaim lebih kuat, Obama: AS tak perlu perang dengan Rusia
A A A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama bersikeras meyakini bahwa Rusia terlibat dalam pertumpahan darah di Ukraina timur. Dia optimis solusi diplomatik bisa dilakukan bersama Rusia, dan tidak perlu berperang.

Pilihan kata-kata “perang”itu baru muncul dari Obama, sejak Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet (sekarang Rusia) berakhir. Obama pun mengklaim bahwa kekuatan militer konvensional AS jauh lebih kuat dari Rusia. Namun, Obama tidak ingin negaranya berkonflik dengan Rusia.

”Kita tidak perlu perang (dengan Rusia),” kata Obama, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (17/4/2014). Meski menegaskan jika AS tidak akan berperang dengan Rusia, namun NATO terus meningkatkan pengerahan militernya di kawasan Baltik di dekat Ukraina. Salah satu kekuatan NATO yang telah muncul di Laut Hitam adalah kapal perang dan pesawat tempur.

Obama komitmen mengajak Rusia untuk melangsungkan perundingan damai dengan Ukraina di Jenewa. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Deshchytsia, mengatakan masih ada waktu untuk bernegosiasi dengan Rusia guna meredam ketegangan kedua negara atas krisis di Ukraina timur.

”Saya berpikir bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk menggunakan cara diplomatik dalam meredakan situasi,” katanya.”Dan kami akan mencoba dan berusaha keras. Tidak hanya Ukraina, tetapi juga AS. Namun, waktu sekarang, tidak hanya untuk mengekspresikan kekhawatiran saja, tetapi untuk mencari respon yang lebih konkrit termasuk dari pihak Rusia.”

Seorang pejabat AS, mengatakan bahwa Washington butuh bukti jika Rusia benar-benar berhenti untuk berulah di Ukraina timur. ”Idenya di sini adalah bahwa mereka akan berhenti membantu dan bersekongkol atau mendukung kelompok separatis (di Ukraina timur) tersebut dan mereka akan menarik pasukan mereka dari perbatasan,” kata pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, di sela-sela kunjungan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry ke Jenewa.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
2 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
2 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
4 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved