Obama: Berulah di Ukraina, Rusia rasakan ganjarannya!

Kamis, 17 April 2014 - 15:34 WIB
Obama: Berulah di Ukraina,...
Obama: Berulah di Ukraina, Rusia rasakan ganjarannya!
A A A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, kembali mengancam Rusia dengan sanksi yang akan bertambah. Sanksi tambahan itu akan dirasakan Rusia, jika mereka terus berulah dalam kekacauan di Ukraina timur.

Ancaman Obama itu disampaikan saat wawancara dengan CBS News. Kendati menyampaikan ancaman, Obama tetap tidak ingin meninggalkan solusi diplomatik untuk meredam ketegangan di Ukraina timur.

Salah satu langkah solusi diplomatik Amerika Serikat adalah mengutus Menteri Luar Negeri John Kerry ke Jenewa, semalam untuk mempersiapkan perundingan damai yang mempertemukan Rusia, Ukraina dan negara-negara Eropa.

Obama belum memastikan sanksi tambahan seperti apa terhadap Rusia. Dia juga tidak menyebut, apakah sanksi itu akan diterapkan jika perundingan damai tersebut gagal.

“Apa yang saya katakan secara konsisten adalah bahwa setiap kali Rusia mengambil langkah-langkah semacam ini, yang dirancang untuk mengacaukan Ukraina dan melanggar kedaulatan mereka, akan ada ganjarannya!,” tegas Obama, yang dilansir Reuters, Kamis (17/4/2014).

AS-Rusia tak perang

Obama yakin, Rusia tidak tertarik untuk perang dengan Amerika Serikat. “Mereka tidak tertarik untuk konfrontasi militer dengan kami, kita tidak perlu perang,” katanya. “Apa yang kita butuhkan adalah bahwa negara-negara seperti Ukraina dapat memiliki hubungan baik dengan tetangganya.”

Sementara itu, Ukraina telah menawarkan amnesti atau ampunan kepada para kelompok separatis bersenjata. Syaratnya, Rusia harus menghentikan dukungan terhadap mereka. Selain itu, Rusia juga harus menarik 40.000 pasukannya di perbatasan Ukraina.

Tuduhan terlibatnya militer Rusia dalam konflik Ukraina timur, sejatinya sudah dibantah oleh intelijen Uni Eropa. Kepala Intelijen Uni Eropa, Georgij Alafuzoff, mengatakan, yang terlibat kerusuhan di Ukraina timur adalah warga setempat yang tidak puas dengan kondisi di Ukraina saat ini. (Baca: Tuduhan Barat ngawur, tak ada militer Rusia di Ukraina)
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
26 menit yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved