Tuduhan Barat ngawur, tak ada militer Rusia di Ukraina
Kamis, 17 April 2014 - 10:25 WIB
Tuduhan Barat ngawur, tak ada militer Rusia di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com—Kepala Intelijen Uni Eropa, Georgij Alafuzoff, menepis tuduhan negara-negara Barat, bahwa militer Rusia berada dan terlibat dalam kerusuhan di Ukraina timur. Menurutnya, yang terlibat kerusuhan di Ukraina timur adalah warga setempat yang tidak puas dengan kondisi di Ukraina saat ini.
Komentar Alafuzoff itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Finlandia, YLE. ”Menurut saya, itu sebagian besar orang yang tinggal di daerah yang tidak puas dengan keadaan sekarang,” ujarnya. Dia membenarkan, bahwa warga yang tidak puas dengan kondisi Ukraina itu warga Ukraina namun menggunakan bahasa Rusia.
Pernyataan kepala intelijen Uni Eropa itu menguatkan komentar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov yang menegaskan, bahwa Rusia tidak tertarik untuk mengacaukan Ukraina.
Kendati demikian, Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat tetap menuduh Rusia sebagai dalang kekecauan di Ukraina timur. Presiden interim Ukraina, Oleksandr Turchynov, telah resmi meluncurkan operasi militer di Ukraina timur dengan sebutan operasi anti-teroris.
Laman Rusia Today, pada Kamis (17/4/2014) melapporkan, operasi militer Ukraina telah memakan korban jiwa. Kendaraan tempur dan pasukan perang Ukraina terus berdatangan di Slavyansk, Kharkov dan Lugansk. Wilayah-wilayah itu terkenal sebagai basis demonstran pro-Rusia dan anti-Kiev.
Komentar Alafuzoff itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Finlandia, YLE. ”Menurut saya, itu sebagian besar orang yang tinggal di daerah yang tidak puas dengan keadaan sekarang,” ujarnya. Dia membenarkan, bahwa warga yang tidak puas dengan kondisi Ukraina itu warga Ukraina namun menggunakan bahasa Rusia.
Pernyataan kepala intelijen Uni Eropa itu menguatkan komentar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov yang menegaskan, bahwa Rusia tidak tertarik untuk mengacaukan Ukraina.
Kendati demikian, Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat tetap menuduh Rusia sebagai dalang kekecauan di Ukraina timur. Presiden interim Ukraina, Oleksandr Turchynov, telah resmi meluncurkan operasi militer di Ukraina timur dengan sebutan operasi anti-teroris.
Laman Rusia Today, pada Kamis (17/4/2014) melapporkan, operasi militer Ukraina telah memakan korban jiwa. Kendaraan tempur dan pasukan perang Ukraina terus berdatangan di Slavyansk, Kharkov dan Lugansk. Wilayah-wilayah itu terkenal sebagai basis demonstran pro-Rusia dan anti-Kiev.
(mas)