Militer NATO dekati Ukraina, AS kembali ancam Rusia
Kamis, 17 April 2014 - 09:52 WIB
Militer NATO dekati Ukraina, AS kembali ancam Rusia
A
A
A
Sindonews.com - NATO memperkuat kehadiran militernya di Baltik dan Mediterania untuk merespons krisis Ukraina yang terus memanas. Organisasi Pakta Pertahanan Alantik Utara itu mengerahkan kapal dan meningkatkan patroli udara.
Pada pertemuan Dewan kerjasama Eropa-Atlantik di Brussels, NATO menyetujui sejumlah langkah untuk memperkuat keamanan di Eropa Timur, setelah krisis di Ukraina tidak kunjung reda. ”Rencana Pertahanan kami akan direvisi dan diperkuat,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Rasmussen.
”Hari ini kita sepakat pada sejumlah langkah yang dapat diimplementasikan dengan cepat. Tapi lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Rasmussen. Menurutnya, pesawat akan terbang di atas wilayah Baltik dan. Sedangkan kapal NATO akan dikerahkan di Laut Baltik dan Mediterania Timur.
”Kita semua setuju bahwa solusi politik adalah satu-satunya jalan ke depan,” ujarnya. ”Kami menyerukan kepada Rusia untuk menjadi bagian dari solusi,” imbuh Rasmussen.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/4/2014) kembali mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih terhadap Rusia. Obama tetap menuduh Rusia terlibat dalam meningkatnya eskalasi krisis di Ukraina timur.
“Apa yang saya katakan secara konsisten adalah bahwa setiap kali Rusia mengambil langkah seperti ini, yang dirancang untuk mengacaukan Ukraina dan melanggar kedaulatan mereka, maka akan ada konsekuensi,” ucap Obama.
Pada pertemuan Dewan kerjasama Eropa-Atlantik di Brussels, NATO menyetujui sejumlah langkah untuk memperkuat keamanan di Eropa Timur, setelah krisis di Ukraina tidak kunjung reda. ”Rencana Pertahanan kami akan direvisi dan diperkuat,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Rasmussen.
”Hari ini kita sepakat pada sejumlah langkah yang dapat diimplementasikan dengan cepat. Tapi lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Rasmussen. Menurutnya, pesawat akan terbang di atas wilayah Baltik dan. Sedangkan kapal NATO akan dikerahkan di Laut Baltik dan Mediterania Timur.
”Kita semua setuju bahwa solusi politik adalah satu-satunya jalan ke depan,” ujarnya. ”Kami menyerukan kepada Rusia untuk menjadi bagian dari solusi,” imbuh Rasmussen.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/4/2014) kembali mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih terhadap Rusia. Obama tetap menuduh Rusia terlibat dalam meningkatnya eskalasi krisis di Ukraina timur.
“Apa yang saya katakan secara konsisten adalah bahwa setiap kali Rusia mengambil langkah seperti ini, yang dirancang untuk mengacaukan Ukraina dan melanggar kedaulatan mereka, maka akan ada konsekuensi,” ucap Obama.
(mas)