PBB: Foto siksaan & pembantaian massal rezim Assad kredibel
Rabu, 16 April 2014 - 17:53 WIB
PBB: Foto siksaan & pembantaian massal rezim Assad kredibel
A
A
A
Sindonews.com – Dewan Keamanan PBB menayangkan sejumlah foto tentang penyiksaan dan pembunuhan massal yang dituduhkan dilakukan pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Mereka menyebut, bukti sejumlah foto itu kredibel.
Dalam pertemuan informal yang difasilitasi Perancis, 15 duta besar dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB melihat langsung beberapa dari 55.000 foto penyiksaan dan pembunuhan massal di Suriah.
Foto-foto yang pernah membuat gempar dunia itu, merupakan bidikan seorang mantan pejabat militer Suriah, dengan nama samara “Caesar” yang kini membelot. Dia menyelundupkan foto-foto itu ke luar Suriah tanpa diketahui pasukan Assad.
Beberapa foto mengerikan itu, salah satunya menujukkan adegan pencekikan dan pembiaran kelaparan warga Suriah dalam jangka panjang. Duta Besar Perancis untuk PBB, Gerard Araud, mengatakan dari bukti foto-foto mengerikan itu bisa menjadi acuan untuk membuat resolusi yang bisa menyeret rezim Suriah ke Pengadilan Kriminal Internasional.
”Dewan jatuh ke keheningan setelah kami dierlihatkan foto-foto itu,” kata Araud, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/4/2014). ”Mereka benar-benar pindah (lokasi duduk),” lanjut dia menggambarkan perasaan tidak tega pada duta besar anggota Dewan Keamanan PBB setelah melihat foto-foto tersebut.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, menyatakan foto-foto itu horor. ”Gambar-gambar mengerikan dari mayat tanda kelaparan, pencekikan, pemukulan dan pembiaran rezim Assad telah menunjukkan cara pembunuhan sistematis, meluas dan berskala besar,” katanya.
“Para pelaku kejahatan mengerikan harus bertanggung jawab, dan masyarakat internasional harus bersatu dalam menghadapi kengerian seperti itu,” ujarnya.
Pemerintah Suriah pernah membantah, bahwa foto-foto itu rekayasa untuk menyudutkan Pemerintahan Assad. Gara-gara publikasi foto-foto mengerikan itulah, para hacker Suriah pernah menyerang sejumlah situs yang ikut mempublikasikan foto tersebut, salah satunya CNN.
Dalam pertemuan informal yang difasilitasi Perancis, 15 duta besar dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB melihat langsung beberapa dari 55.000 foto penyiksaan dan pembunuhan massal di Suriah.
Foto-foto yang pernah membuat gempar dunia itu, merupakan bidikan seorang mantan pejabat militer Suriah, dengan nama samara “Caesar” yang kini membelot. Dia menyelundupkan foto-foto itu ke luar Suriah tanpa diketahui pasukan Assad.
Beberapa foto mengerikan itu, salah satunya menujukkan adegan pencekikan dan pembiaran kelaparan warga Suriah dalam jangka panjang. Duta Besar Perancis untuk PBB, Gerard Araud, mengatakan dari bukti foto-foto mengerikan itu bisa menjadi acuan untuk membuat resolusi yang bisa menyeret rezim Suriah ke Pengadilan Kriminal Internasional.
”Dewan jatuh ke keheningan setelah kami dierlihatkan foto-foto itu,” kata Araud, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/4/2014). ”Mereka benar-benar pindah (lokasi duduk),” lanjut dia menggambarkan perasaan tidak tega pada duta besar anggota Dewan Keamanan PBB setelah melihat foto-foto tersebut.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, menyatakan foto-foto itu horor. ”Gambar-gambar mengerikan dari mayat tanda kelaparan, pencekikan, pemukulan dan pembiaran rezim Assad telah menunjukkan cara pembunuhan sistematis, meluas dan berskala besar,” katanya.
“Para pelaku kejahatan mengerikan harus bertanggung jawab, dan masyarakat internasional harus bersatu dalam menghadapi kengerian seperti itu,” ujarnya.
Pemerintah Suriah pernah membantah, bahwa foto-foto itu rekayasa untuk menyudutkan Pemerintahan Assad. Gara-gara publikasi foto-foto mengerikan itulah, para hacker Suriah pernah menyerang sejumlah situs yang ikut mempublikasikan foto tersebut, salah satunya CNN.
(mas)