Enam minggu tanpa hasil, robot selam bakal cari MH370
Senin, 14 April 2014 - 08:34 WIB
Enam minggu tanpa hasil, robot selam bakal cari MH370
A
A
A
Sindonews.com – Tim Australia yang memimpin misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, mulai mempertimbangkan peluncuran robot selam untuk membantu pencarian kotak hitam pesawat MH370. Pasalnya, pencarian hingga minggu keenam dianggap sia-sia.
Tim pencari dan penyelamat atau SAR telah menduga, baterai kotak hitam pesawat MH370 benar-benar sudah mati. Sebab, tidak ada lagi sinyal yang terdeteksi.
Mereka yakin, posisi reruntuhan pesawat tipe Boeing 777, berada di sekitar 1.670 km sebelah barat laut dari Perth, Australia. Keyakinan itu berdasarakan deteksi sinyal akustik beberapa waktu lalu yang diyakini berasal dari kotak hitam pesawat MH370.
Robot tanpa awak yang dipertimbangkan untuk diluncurkan dikenal sebagai “Autonomous Underwater Vehicle”. Robot selam itu dilengkapi kamera pengintai.
”Misi (pencarian MH370) ini terus dilakukan dalam upaya untuk mempersempit daerah pencarian di bawah air, ketika Autonomous Underwater Vehicle dikerahkan,” bunyi pernyataan Pusat Badan Koordinasi Bersama Australia(JaCC), seperti dikutip Reuters, Senin (14/4/2014).
Operasi pencarian pesawat pembawa 239 orang yang hilang sejak 8 Maret 2014 sudah tercatat sebagai misi tersulit dengan biaya termahal dalam sejarah insiden penerbangan.
”Mencoba untuk menemukan sesuatu yang berada di 4.5km di bawah permukaan laut atau sekitar 1.000 km dari daratan adalah tugas besar besar dan kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama,” kata Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.
Tim pencari dan penyelamat atau SAR telah menduga, baterai kotak hitam pesawat MH370 benar-benar sudah mati. Sebab, tidak ada lagi sinyal yang terdeteksi.
Mereka yakin, posisi reruntuhan pesawat tipe Boeing 777, berada di sekitar 1.670 km sebelah barat laut dari Perth, Australia. Keyakinan itu berdasarakan deteksi sinyal akustik beberapa waktu lalu yang diyakini berasal dari kotak hitam pesawat MH370.
Robot tanpa awak yang dipertimbangkan untuk diluncurkan dikenal sebagai “Autonomous Underwater Vehicle”. Robot selam itu dilengkapi kamera pengintai.
”Misi (pencarian MH370) ini terus dilakukan dalam upaya untuk mempersempit daerah pencarian di bawah air, ketika Autonomous Underwater Vehicle dikerahkan,” bunyi pernyataan Pusat Badan Koordinasi Bersama Australia(JaCC), seperti dikutip Reuters, Senin (14/4/2014).
Operasi pencarian pesawat pembawa 239 orang yang hilang sejak 8 Maret 2014 sudah tercatat sebagai misi tersulit dengan biaya termahal dalam sejarah insiden penerbangan.
”Mencoba untuk menemukan sesuatu yang berada di 4.5km di bawah permukaan laut atau sekitar 1.000 km dari daratan adalah tugas besar besar dan kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama,” kata Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.
(mas)