Jika temuan sinyal palsu, bisa sakiti kerabat korban MH370
Senin, 07 April 2014 - 09:47 WIB
Jika temuan sinyal palsu, bisa sakiti kerabat korban MH370
A
A
A
Sindonews.com – Kepala misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 dari Australia, Angus Houston, tidak berani menjamin temuan sinyal ketiga di Samudera Hindia benar-benar berasal dari pesawat MH370.
Dia tidak mau menyakiti perasaan kerabat korban pesawat, jika temuan sinyal itu hanya menjadi harapan palsu. Kendati demikian, sinyal ketiga yang terdeteksi kapal Australia setelah dua sinyal sebelumnya terdeteksi kapal China, merupakan hasil yang menggemberikan dalam misi pencarian pesawat MH370.
Sinyal yang dideteksi kapal Australia berada di wilayah sejauh 300 mil di Samudera Hindia. ”Spekulasi dan laporan yang belum dikonfirmasi dapat membuat orang-orang yang mencintai para penumpang bisa mengalami stres yang mengerikan. Dan saya tidak ingin membuat mereka menjadi lebih emosional,” kata Houston, seperti dilansir Malaysia Insider Senin (7/4/2014).
Sementara itu, Greg Waldron, editor yang mengelola publikasi Flightglobal, yang berbasis di Singapura, mengaku skeptis dengan klaim kapal China itu. ”Ada banyak petunjuk yang salah dalam cerita ini, dan kami harus sangat berhati-hati dengan informasi yang datang,” katanya kepada AFP.
”Saya sangat skeptis bahwa China telah menemukan sesuatu yang begitu cepat, mengingat luasnya area pencarian,” lanjut dia.
Dia tidak mau menyakiti perasaan kerabat korban pesawat, jika temuan sinyal itu hanya menjadi harapan palsu. Kendati demikian, sinyal ketiga yang terdeteksi kapal Australia setelah dua sinyal sebelumnya terdeteksi kapal China, merupakan hasil yang menggemberikan dalam misi pencarian pesawat MH370.
Sinyal yang dideteksi kapal Australia berada di wilayah sejauh 300 mil di Samudera Hindia. ”Spekulasi dan laporan yang belum dikonfirmasi dapat membuat orang-orang yang mencintai para penumpang bisa mengalami stres yang mengerikan. Dan saya tidak ingin membuat mereka menjadi lebih emosional,” kata Houston, seperti dilansir Malaysia Insider Senin (7/4/2014).
Sementara itu, Greg Waldron, editor yang mengelola publikasi Flightglobal, yang berbasis di Singapura, mengaku skeptis dengan klaim kapal China itu. ”Ada banyak petunjuk yang salah dalam cerita ini, dan kami harus sangat berhati-hati dengan informasi yang datang,” katanya kepada AFP.
”Saya sangat skeptis bahwa China telah menemukan sesuatu yang begitu cepat, mengingat luasnya area pencarian,” lanjut dia.
(mas)