Kapal pelacak kotak hitam dekati area tragedi MH370

Jum'at, 04 April 2014 - 08:33 WIB
Kapal pelacak kotak...
Kapal pelacak kotak hitam dekati area tragedi MH370
A A A
Sindonews.com - Kapal Ocean Shield milik Angkatan Laut Australia yang dilengkapi detektor kotak hitam menuju area yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370, Jumat (4/4/2014).

Kapal canggih itu diharapkan segera menemukan titik jatuhnya pesawat MH370 di wilayah Samudera Hindia selatan dan menemukan kotak hitam, mengingat baterai kotak hitam hanya bisa bertahan sekitar tiga sampai empat hari lagi.

Para peneliti sudah mengingatkan, bahwa tanpa ditemukan kotak hitam pesawat MH370, misteri hilangnya pesawat pembawa 239 orang sejak 8 Maret 2014 itu akan sulit dipecahkan.

Kapal canggih tersebut meninggalkan Perth sejak Senin malam, dan butuh tiga hari untuk menuju lokasi yang diyakini sebagai area jatuhnya pesawat MH370.

Sedangkan kapal HMS Echo, milik Angkatan Laut Inggris sudah menghabiskan waktu seharian pada Kamis kemarin untuk menjelajahi Samudera Hindia selatan untuk menemukan gelombang transmisi sonik dari perekam data pesawat. ”Satu gelombang sudah diperoleh, tapi belum bisa dipastikan,” kata Badan Pusat Koordinasi Bersama (JaCC) yang berbasis di Perth, dalam sebuah pernyataan.

Alert palsu mungkin dirasakan dari sumber hayati, seperti paus atau gangguan dari sinyal kebisingan,” lanjut dia, seperti dilansir Malaysia Insider.

Pencarian kapal yang dilanjutkan sejak Kamis kemarin, mengandalkan 10 pesawat militer, empat jet sipil dan sembilan kapal. Berbagai moda pencari pesawat itu melintas secara zig zag di daerah seluasa 217.000 persegi, yang berjarak 1.700 km dari barat laut Perth.

”Perkiraan cuaca untuk pencarian hari ini menguntungkan, dengan visibilitas kurang lebih 10 kilometer,” lanjut JaCC.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak bersumpah, bahwa pihaknya tidak akan beristirahat, sampai misteri tragedi pesawat MH370 terjawab. ”Kami ingin mencari jawaban. Kami ingin memberikan kenyamanan kepada keluarga (korban) dan kami tidak akan berhenti sampai jawaban yang ditemukan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
24 menit yang lalu
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
49 menit yang lalu
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
1 jam yang lalu
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
5 jam yang lalu
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved