Rusia: Bahasa NATO bergaya Perang Dingin

Rabu, 02 April 2014 - 17:15 WIB
Rusia: Bahasa NATO bergaya...
Rusia: Bahasa NATO bergaya Perang Dingin
A A A
Sindonews.comm – Pemerintah Rusia pada Rabu (2/4/2014) menuduh North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengobarkan gaya bahasa Perang Dingin dengan membekukan berbagai kerjasama, termasuk kerjasama militer dengan Moskow.

NATO memutuskan membekukan berbagai kerjasama dengan Moskow, setelah Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina.

Pembekuan kerjasama itu diputuskan setelah 28 menteri luar negeri dari negara-negara anggota NATO bertemua, Selasa kemarin. Pembekuan kerjasama itu sebagai protes atas intervensi Rusia terhadap krisis Ukraina.

Rusia menuduh NATO menciptakan gaya “déjà vu”.“Bahasa laporan (NATO) agak menyerupai gaya bahasa era Perang Dingin,” ata kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Dia mengatakan, NATO terakhir kali mengambil keputuan seperti itu, persis ketika Rusia terlibat perang lima hari dengan Georgia pada tahun 2008. Namun, tidak berselang lama NATO melanjutkan kerjasama lagi dengan Rusia.

”Hal ini tidak sulit untuk membayangkan siapa yang akan mendapatkan (keuntungan) dari pembekuan kerjasama antara Rusia dan NATO,” lanjut pernyataan itu.

NATO, sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka menangguhkan semua kerjasama militer dan sipil dengan Rusia atas intervensi Moskow terhdapa krisis Ukraina. Pengumuman itu muncul dalam sebuah pernyataan dari semua anggota NATO.

”Kami telah memutuskan untuk menangguhkan semua kerjasama sipil dan militer antara NATO dan Rusia,” bunyi pernyataan itu. NATO juga berencana untuk meninjau hubungan dengan Rusia pada pertemuan bulan Juni 2014 mendatang.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
8 menit yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
1 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
1 jam yang lalu
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
3 jam yang lalu
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved